Harga Obat Sebaiknya Dikendalikan

Dalam kurun waktu setahun terakhir, masalah harga obat setidaknya telah dua kali diangkat menjadi headline harian Kompas. Namun, harga obat tetap saja naik. Secara umum, obat dikategorikan menjadi 2, obat paten dan obat generik. Obat paten adalah obat yang masih mendapatkan perlakuan khusus, semacam monopoli, untuk periode tertentu. Selama masa tersebut, obat paten tidak memiliki kompetitor langsung dan biasanya produsen mematok harga  mahal karena alasan pengembalian investasi.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Bagaimana dengan Kurikulum Fakultas Farmasi yang lain ?

Berita ini sebenarnya sudah relatif lama. Saya sendiri baru membaca 3 hari yang lalu sewaktu mbah google mengirimkan berita tersebut via email ke alamat saya. Judulnya cukup provokatif, Bank Dunia Akui Kurikulum Fakultas Farmasi Unair. Untuk lebih jelasnya silahkan sejawat klik dulu link tersebut, dibaca, kemudian baru dilanjut meneruskan membaca tulisan saya ini.

Oke, sudah tuntaskah sejawat membaca berita tersebut ? Jadi, apa kira kira jawaban atas pertanyaan yang saya jadikan judul diatas ?

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apoteker dan Praktek Kefarmasian

Pada beberapa kesempatan bertemu dengan teman sejawat baik formal maupun informal saya masih sering mendengar keluhan bahwa PP 51/2009 cenderung membelenggu kebebasan apoteker. Para teman sejawat tersebut berargumentasi bahwa keharusan apoteker berada di apotek, misalnya, membuat apoteker tidak lagi bisa “nyambi” cari “objekan” padahal “take home pay” seorang apoteker yang berpraktek sepenuh hari tidak sepadan dengan waktu yang dikorbankan.

Ada juga argumentasi lain, terutama dari mereka yang sudah mapan, bahwa keharusan tersebut terlalu mengada-ada karena buktinya selama ini tanpa apotekerpun apotek dapat beroperasi dengan baik. Dan masih banyak lagi argumentasi lain yang pada prinsipnya tidak setuju dengan pengaturan praktek kefarmasian dalam PP 51/2009 khususnya di sektor pelayanan.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Bersinarlah Apoteker

Artikel ini ditulis oleh sejawat Fajar Rp

Menurut rekomendasi WHO, apoteker punya bintang tujuh (Seven Star Pharmacist), sementara dokter hanya lima bintang (Five Stars Doctor). Ada lima bintang serupa pada kedua profesi ini, namun tak ada ‘life long learner’ dan ‘teacher’ pada dokter.  Saya tak tahu mengapa.

Dengan lebih banyak bintang, semestinya apoteker lebih bersinar, bukan? (Bahkan saya dengar bintangnya jadi delapan). Tapi entah mengapa, sinarnya redup, bahkan nyaris padam. Suara apoteker begitu lemah, nyaris tak terdengar. Perbandingan jumlah tenaga kesehatan di rumah sakit dapat menunjukkan hal ini. Jumlah apoteker hampir selalu lebih sedikit dibanding tenaga kesehatan lain di suatu rumah sakit. Padahal kompetensinya jelas vital, obat dapat mencapai nyaris separuh biaya pengobatan.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Sudahkan Presepsi Kita Sama ?

Sejawat, maafkan kalau lebih dari 2 bulan saya absen memperbaharui isi portal ini. Tidak perlu banyak alasan, kecuali kealpaan saya mengombinasikan waktu dan gagasan, pemikiran atau ispirasi menjadi tulisan akibat cara saya mengelola waktu yang tidak efektif.

Dalam kurun waktu tersebut banyak topik mengenai PP 51/2009 terdengar, terbaca maupun terucap pada beberapa kesempatan. Media yang dipakaipun beragam. Namun yang menarik, ternyata ada fenomena ketidaksamaan presepsi diantara kita dalam memaknai PP tersebut.

Oleh karena itu, ijinkanlah saya menyudahi tulisan ini sampai disini dan mengundang sejawat untuk berpendapat melalui fasilitas komentar yang tersedia dibawah ini.

Mari kita berbagi…

Possibly Related Posts: