Kalau sejawat tinggal di Jabotabek atau kota kota besar lainnya di Indonesia mestinya sudah pernah lihat counter penjual HP yang berjumlah puluhan bahkan mungkin ratusan berjejer di pusat perbelanjaan. Ambil contoh misalnya di Mall Ambasador Kuningan, Roxy, Bekasi Hypermall dan lain lain. Mereka bisa hidup dan bahkan berkembang. Apa mereka tidak saling bersaing ? Pernahkah sejawat menganalisis mengapa mereka bisa bertahan ?
Saya pernah mengamati. Pada saat saya tanya merek dan type HP tertentu dengan sigap mereka menjawab ada dan melihat harganya di daftar harga. Saat type lain ditanyakan langkah yang mereka lakukan sama. Bila kemudian ditanyakan contohnya, biasanya mereka akan mengambil dummy atau HP yang seken. Bila harga disetujui, mereka biasanya akan menyuruh kita menunggu karena akan diambil dulu di gudang. Sambil tentu saja kita di beri segelas air mineral. Taktik yang jitu.
Setelah beberapa lama menunggu, HP yang dimaksud datang. Saya perhatikan ternyata pola yang sama juga diterapkan pada konsumen lain. Bahkan saat saya mengamati counter sebelahnya ternyata mereka juga melakukan hal yang sama. Saya berkesimpulan berarti komunitas pedagang HP memiliki sistem operasi yang sama. Mereka akan mengatakan bahwa barangnya di gudang. Bahkan, jangan jangan gudangnya juga sama. Jadi mereka sebenarnya tidak memiliki stock. Kumpulan beberapa counter HP merupakan outlet bagi pemilik stock. Kalau begitu, efesien sekali mereka. Inventory mereka hanya asesoris HP dan HP seken yang notabene tidak bernilai besar.
Contoh tersebut merupakan wujud kongkrit mekanisme jaringan. Apakah sejawat tidak ingin berkolaborasi dengan sejawat lain untuk membentuk jaringan ? Saya dengar beberapa sejawat di Bantul, DIY sudah pula melakukan hal itu. Mereka mengatakan cukup signifikan pengaruhnya terhadap operasi bisnis mereka.
Jadi tunggu apa lagi ?
Possibly Related Posts:
- Akankah Obat Generik Semakin Menarik ?
- Menyasar Niche Market, Mengapa Tidak ?
- Sudah Saatnya “Values” Sebagai Strategi Bersaing Apotek(er)
- Apakah Apoteker di Apotek Under Valued ?
- Pharmaceutical Care Sarana Menciptakan Nilai
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker, pemerhati kefarmasian, yang terpanggil untuk memberikan kontribusi aktif dalam proses mewujudkan eksistensi profesi apoteker di Indonesia.
Leave a comment