Kalau kita ketik apotek online di mesin pencari ternyata hanya ada beberapa situs lokal yang ditemukan diantaranya medicastore dan apotek Tempo. Tapi apabila kata kuncinya kita ganti dengan pharmacy online akan bermunculan ratusan bahkan ribuan situs. Rupanya apotek online memang belum populer di negara kita.
Ada beberapa sebab mengapa apotek online belum berkembang. Diantaranya adalah masyarakat kita belum internet minded dan peraturannya belum mendukung. Apa artinya ? Kedepan seiring dengan bertambahnya pengguna internet di Indonesia maka bertambah lagi peluang bagi Apoteker untuk melebarkan wilayah usahanya melalui dunia maya.
Dalam konteks persaingan, meng-online-kan apotek juga merupakan salah satu cara diferensiasi. Selagi masih belum banyak maka cara ini cukup efektif sebagai strategi bersaing.
Berminat untuk mencoba ?
Possibly Related Posts:
- Bagaimana dengan Kurikulum Fakultas Farmasi yang lain ?
- Apoteker dan Praktek Kefarmasian
- Sudahkan Presepsi Kita Sama ?
- Akankah Obat Generik Semakin Menarik ?
- Menyasar Niche Market, Mengapa Tidak ?
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker.
Yang pernah saya seaching, ada yang jual obat secara online scr terang-terangan tapi bukan apotek…fenomena baru.
sedikit beda dengan pendapat mas pratomo, menurut saya masyarakat kita sudah banyak yg menggunakan internet u mencari informasi kesehatan dan pengobatan/obat. Bahkan saat ini sudah mulai menggunakan mobile online untuk googling/searching. Memang untuk tingkat penetrasi masih rendah (pengguna internet vs jumlah penduduk). Jadi, peluang ini yang belum ditangkap oleh sejawat kita untuk mengembangkan hal ini. Saya pribadi sudah memikirkan apotek online atau apotek mobile…Cuma belum tahu kapan bisa realisasikan mimpi ini…apakah punya visi yang sama dengan saya ? Siapa tahu kita bisa kerjasama..
Setahun kemarin sempat memikirkan gagasan apotek mobile ini. Di era informasi sekarang, lokasi sebuah apotek akan menjadi tidak relevan dan bukan segala-galanya, tapi keunggulan pelayanan.
Tapi saya kepentok soal administrasinya. Bisakah apotek dibuat mobile? Belum ada payung hukumnya tuh.
Fajar Ramadhitya Ps last blog post..Penggunaan Obat saat Berpuasa
Menurut saya apotek online lebih menekankan pada kemudahan transaksi dengan mengeliminasi faktor ruang, dan didominasi oleh aktifitas trading. Sementara itu tugas mulia yang harus diemban apoteker di apotek sejatinya adalah memberikan asuhan kefarmasian kepada setiap pasien. Maka dari itu perlu dipikirkan terobosan agar pasien/konsumen yang membeli obat di apotek online tetap mendapatkan asuhan kefarmasian seefektif di apotek konvensional.
Gagasan apotek mobile adalah gagasan yang cemerlang karena akan sangat memudahkan bagi pasien. Sayang payung hukumnya belum ada, dan saya agak pesimis pemerintah mau menyediakannya karena dalam hal ini apotek mobile mirip dengan aktifitas kanvasing PBF.
Mengapa tidak kita pikirkan apoteker mobile ? Apoteker atau tim apoteker memberikan konseling kepada pasien tentang drug related problem, interaksi obat, polifarmasi sampai pemberian saran untuk menekan biaya obat. Tempat prakteknya adalah di mobil yang didisain khusus sehingga ada ruang konsultasi dan tempatnya bisa di (halaman) rumah sakit atau tempat praktek dokter dan tentu saja berpindah pindah. Gagasan ini berpotensi besar melahirkan kontroversi, jadi harus bijaksana dalam mengemasnya agar tidak ada pihak yang merasa ditelanjangi.
Nah itu dia, masalah utamanya payung hukum yang belum ada. Tapi bukan tidak mungkin, kan. Kalau perpustakaan atau puskesmas bisa ada versi kelilingnya, mengapa apotek tidak? Pada akhirnya ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan konsumen mengakses layanan kefarmasian.
Tambahan
Digitalisasi apotek akan membawa perubahan bentuk layanan kefarmasian, mungkin salah satu bentuknya seperti ini…
http://netsains.com/2008/01/resep-obat-digital-dengan-steganografi/