Dr Hendrawan Nadesul menulis opini di harian Kompas 19 Maret 2008 hal 59 berjudul Rakyat Sehat, Urusan Siapa ? Dikatakannya bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, wabah penyakit menahun dunia diproyeksikan bakal membunuh 388 juta jiwa. Penyakit jantung, paru paru, kencing manis dan kanker sudah mengisi tiga per lima kematian yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kegemukan membunuh jutaan jiwa hanya karena rakyat salah pilih menu, keliru bergaya hidup. (artikel lengkap silahkan klik disini)
Melihat fenomena tersebut apa kontribusi yang bisa kita berikan untuk membantu menyehatkan rakyat ? Banyak. Salah satunya, saya melihat hal ini sebagai peluang bagus bagi kita untuk mempromosikan apotek. Dalam konteks program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kita bisa membuat brosur tentang tips cara hidup sehat. Brosur dibuat sedemikian sehingga memicu rasa penasaran pembaca, yang pada ujung-ujungnya mempersilahkan pembaca untuk datang ke apotek. Distribusi brosur bisa dilakukan lewat loper koran. Jadi sambil menyelam bisa sekaligus minum air.
Namun perlu diingat konsekuensinya. Karena kita sudah mengundang tamu (baca konsumen) ke rumah kita, maka mau tidak mau kita harus bisa menjadi tuan rumah yang baik. Maksudnya, jangan sampai ada tamu ke rumah tapi kita tidak di rumah. Persiapkan segela sesuatunya secara profesional. Layani tamu dengan sebaik mungkin. Catat data diri konsumen dan keluarganya. Hubungi konsumen beberapa hari kemudian. Kirim surat atau email sebagai wujud perhatian. Saya yakin dengan cara ini akan timbul rasa empati dari konsumen.
Sadar atau tidak dengan cara seperti ini kita akan mempunyai database konsumen. Mengingat bahwa konsumen ingin diperlakukan secara lebih personal, maka keberadaan database akan sangat membantu.
Jadi kalau pertanyaannya di ulang, rakyat sehat urusan siapa? Beranikah kita menjawab, urusan apoteker (juga) …
Possibly Related Posts:
- Sudah Saatnya “Values” Sebagai Strategi Bersaing Apotek(er)
- SPA Berbasis Web, Apa Itu ?
- Belajar dari Singapore Airlines
- Experiential Marketing di Apotek
- Sistem Jaringan Bagi Apotek Independen
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker.
Leave a comment