Persaingan dalam dunia usaha adalah sebuah keniscayaan. Pengecualian hanya bagi mereka yang memperoleh hak monopoli. Tapi itupun tidak bisa langgeng karena adanya UU yang melarang. Kondisi demikian membuat persaingan makin hari makin ketat.
Persaingan muncul karena adanya produk sejenis atau produk pengganti yang masuk ke pasar. Hal ini dimungkinkan karena rendahnya hambatan masuk bagi pendatang baru. Hambatan masuk bisa karena pengaruh faktor eksternal maupun internal. Faktor utama yang menurunkan hambatan masuk diantaranya deregulasi (eksternal) atau teknologi/sistem yang digunakan mudah dicontek (internal).
Hambatan masuk karena faktor eksternal bersifat uncontrollable sedangkan yang internal bersifat controllable. Karena sifatnya yang controllable, untuk meningkatkan hambatan masuk kemudian muncullah istilah blue ocean strategy.
Oke, sekarang bagaimana jika carapandang seperti itu kita terapkan dalam dunia perapotekan? Persaingan antar apotek sudah pasti ada dan terjadi. Hambatan masuk relatif rendah baik yang controllable maupun uncontrollable. Kalau demikian maka apotek perlu blue ocean strategy? Betul.
Bagaimana menciptakan blue ocean strategy untuk apotek? Pertanyaan ini harus dijawab oleh apoteker karena masing masing apoteker memiliki kemampuan improvisasi yang berbeda. Kuncinya kalau strategi yang dikembangkan bisa dicontek dan hasilnya sama berarti bukan lagi bersifat blue ocean.
Bagaimana sejawat?
Possibly Related Posts:
- Sudah Saatnya “Values” Sebagai Strategi Bersaing Apotek(er)
- SPA Berbasis Web, Apa Itu ?
- Belajar dari Singapore Airlines
- Experiential Marketing di Apotek
- Sistem Jaringan Bagi Apotek Independen
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker.
[...] merupakan alat pembeda yang efektif dalam persaingan. Blue ocean strategy yang pernah saya tulis disini bisa juga dibentuk melalui experiential marketing. Experiential marketing bersifat unik karena [...]