MAAF, BENANG KUSUT TAK KETEMU UJUNG (KACA DIRI)
Sejawat, melewati malam dengan pikiran kosong rasanya bisa ‘kemasukan’, kuberanikan menulis sedikit uneg-uneg di hati agar sedikit ada rangsangan kita semua dan barangkali juga kelegaan….
Apotek, CPOB, Apoteker, Dokter, Industri Farmasi/Fabrik,Dispensing dan beberapa hal lain, selalu saja jadi bahan pembicaraan hangat yang tak pernah berujung penyelesaian. rasanya mulai saya dengar dari awal kuliah puluhan tahun silam sampai kini itu-itu saja yang di bicarakan dan tak rampung-rampung. Yaa seperti benang kusut tak berujung..
DI ALAM NYATA
- Apoteker tak ada apotek bisa jalan, mau bukti?…. Jangan yaa….
- Apoteker di Industri, bisa tinggal teken di ujung saja, selama proses perjalanan pembuatannya cukup oleh pelaksana yang butuh kepatuhannya. Percayalah….!
- Kehadiran Apoteker di Apotek (sampai-sampai ditawar diminta 3 jam seminggu sekali malah sebulan sekali saja suliit), kita tidak sportiv…. digaji tuk pake nama doang….
- Kita ribut dokter dispensing sementara Obat lingkar merah bahkan ada yang lebih berat lagi yang seharusnya dengan resep dokter, tapi di apotek kita itu semua kita jual bebas seperti tanpa dosa… mau bukti?
- Di depan mata di ibukota sana, wuiih lebih bebas lagi soal jual-beli obat seperti ini.
- Obat palsu, jangan cerita deh…
- Apotek di CPOB, kok di bahas yaa, (kan tidak level (A to A)doong), menggelikan, mimpiii kali…
- CPOB bergerak terus, entah siapa yg nyetirnya!
(barangkali kita tidak tau yaa..) - CPOB gonta ganti sistem dengan alasan teknologi dan pemanfaatan terbaru, harus ikut dan harus bayar mahaaal… kita ngikuut aja.
Dgn pasar yg cuma segitu doang (itupun pake perang diskon dan promosi segala lho),banyak industri lokal yg kehabisan nafas… Padahal, maaf… dengan produknya spt yang saat ini pun sebenarnya tetap bermanfaat tuh! (maksudnya tidak bikin mati gitu).
Yaaa barangkali kita di dikte oleh para kapitalis yg punya pasar dunia. Kalo industri kita yang tanggung-tanggung dan kecil tutup, lumayaan nambah pasar. Atau mereka bikin produk baru, trus kita wajib beli dan bongkar lagi sistem terpasang walaupun mahaaal… (Nah skrg pake istilah current lagi, wuiih..)
Coba dengar keluhan mereka-mereka yang fabriknya kecil atau tanggung itu (nambah modal beraaaat, kalau tutup peralatan dan lainnya mau dikemanakan?, di loak?), Wahai para boss kecil, kacian deh lu…!!
Mau tau… Obat OGB krn murah dan tak menghasilkan laba besar maka kita tidak memprioritas tuk di jual (alasan tak cukup nutup biaya dan pencapaian laba). Lucunya lagi ada pula yg gak yakin betul kalau OGB itu berkhasiat (Duuh banyak pasien puskesmas mati doong…). Kalau sangsi silakan minum propanolol 4xdosis, tapi maaf mati tak di tanggung yaa… Takuut khan?
Nah rasanya banyak keberatan, penyalahan, pembenaran, cari-cari alasan yang terus terjadi di profesi kita. Malahan sekarang ini ada fakultas farmasi(katakanlah demikian) yang berjalan lancar dengan cukup 1 buah laboratorium saja, beralasan lulusanku nanti akan utamakan jadi detailer kok! (tidak salah siih, karena saya pernah jumpa detailer seorang Sarjana Hukum). Buktinya tetap meluluskan tuh…
Banyaaak lagi yang terjadi di sekitar profesi kita. yang bedanya seperti langit-bumi, minyak-air, teori-praktek, dll, yang rasanya mustahil tapi….yaaa jalan melenggang tuh (yang pusing tetap pusing, yang melenggang tetap melenggang).
Mestinya banyak sejawat yang punya cerita aneh dan nyeleneh barangkali, tidak apa-apa tulis aja, toh kita wajib sadar bahwa dunia ini luas tanpa langit…
Khusus tuk sejawat di Apotek yang punya ‘rasa kasihan’, beranikanlah diri anda untuk ganti obat yang bisa diganti dengan OGB, jelaskan ke pasien, mesti mereka banyak yang berterimakasih karena sangat murah (apalagi dulu sebelum Bu Menteri kita yang berani itu membatasi produk Bermerek max 3xharga generiknya)sebenarnya sih masih bisa harganya sama dengan generiknya bahkan sedikit di bawahnya, mau bukti lagi…?
Berhadapan dengan kasus seperti ini saya malu waktu saya sadar bahwa saya ini Apoteker!
Maaf, ada orang yang ‘dikerjain’ sementara kita NONTONIN (bahkan ikut menikmati)
Sejawat, sebenarnya banyak yang bisa kita kerjakan dan bermanfaat langsung ke rakyat Indonesia tercinta, tetapi itu butuh KEBERANIAN, KEJUJURAN, KEMAUAN…. Kalau tidak barangkali kita jadi tambah KERDIL… Maaf.
Mulailah nginjak bumi……
Terimakasih. Wass.
Rodes.
Possibly Related Posts:
- Bersinarlah Apoteker
- Segera Implementasikan PP 51/2009 Untuk Mencegah Tragedi Anti Filariasis Terulang!
- Siapkah Kita Menjadi Apoteker Era Web 2.0 ?
- Apotek Tanpa Obat
- Mengganti (Merek) Obat Dalam Resep
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker.
Leave a comment