Porter melalui bukunya yang berjudul Competitive Strategy mengatakan ada 3 strategi generik untuk bersaing, yaitu keunggulan biaya menyeluruh, diferensiasi atau fokus (bagi yang ingin lihat lengkapnya bisa dibaca  disini). Sewaktu saya menulis Apotek Plus saya mengulasnya dalam konteks inspirasi, bukan dalam konteks strategi bersaing. Kemudian, sejawat Rodes dalam komentarnya disini mengingatkan bahwa Apotek Plus alih alih membesarkan apotek malah


bisa men delete apotek.

Setuju atau tidak apotek harus tetap dilihat dari prespektif bisnis. Kelangsungan hidup apotek sangat tergantung kepada omzet dan daya tahan aliran kas. Pada awal berdiri sampai mendapatkan pangsa pasar yang memadai kekuatan aliran kas berpengaruh besar terhadap daya tahan apotek. Sampai dengan periode waktu tertentu (katakanlah 6 bulan) sebelum laba kotor yang diperoleh bisa menutup biaya yang keluar maka suntikan dana mutlak diperlukan. Untuk itulah saya menulis Apotek Plus sebagai inspirasi agar apotek bisa mendapatkan other income. Barangkali faktor ini juga yang mendasari lahirnya Keputusan Menteri Kesehatan No.1332/Menkes/SK/X/2002.

Pendapat sejawat Rodes ada benarnya. Porter juga mengatakan demikian. Diversifikasi produk (barang dagangan) atau layanan bisa mengaburkan bisnis inti. Apalagi kalau ternyata yang lebih berkembang justru produk/layanan hasil diversifikasi. Kalau kita tidak memiliki idealisme yang tinggi, jangan jangan apoteknya malah ditinggalkan. Dan bukan tidak mungkin sudah banyak kejadiannya. So what ..?

Maaf. Terusterang saya belum ada ide untuk mengulas. Ada sejawat yang punya pendapat?

Kita tunggu…

Possibly Related Posts: