Promosi adalah salah satu dari 4 pilar pemasaran selain product, price dan place. Dalam konteks perapotekan, produk adalah apotek itu sendiri. Bila produk bagus, harga bersaing dan lokasinya strategis tapi tidak ada promosi maka hasilnya tidak akan optimal. Lho, berarti apotek juga harus dipromosikan ? Ya, iya lah…
Tapi tunggu dulu.., secara etika apotek memang tidak boleh dipromosikan atau diiklankan. Maka dari itu dalam tulisan saya disini saya menyarankan untuk pintar-pintar berimprovisasi. Tujuannya sama tapi caranya elegan. Nah untuk itulah saya menulis judul diatas.
Kemajuan teknologi informasi memberi manfaat yang besar bagi kita. Fenomena yang sekarang sedang marak adalah blog karena sifatnya yang multi manfaat. Salah satunya adalah untuk membangun komunitas. Komunitas yang terbentuk merupakan pasar tersendiri bagi apotek kita.
Komunitas yang dibangun melalui blog bisa dibilang borderless. Bisa menjangkau ke seantero jagad. Apalagi kalau bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Namun jangan terlalu jauh dulu angan angan kita.
Membangun komunitas melalui blog caranya sederhana. Pertama, buatlah blog tentang apotek atau apoteker. Misalnya BLOG APOTEK CARA SEHAT atau BLOG BAMBANG APOTEKER, atau BLOG APOTEK BAMBANG kalau nama apotek dan apotekernya sama.
Kedua, isilah blog dengan hal hal yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh anggota komunitas. Karena kita akan mempromosikan apotek(er) kepada masyarakat umum maka isi blog kita bisa tentang tip tip tentang obat dan pengobatan. Agar menarik usahakan sesering mungkin memperbaharui isi blog.
Kalau kominitas sudah terbangun maka perlu dipelihara agar setia berkunjung ke blog kita. Beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :
1. Jangan pernah mengontrol pesan
Ini adalah era yang sangat berbeda dari sebelumnya, terutama disaat media masih sangat terbatas. Pada saat ini kita tidak bisa mengontrol berita dan pesan yang beredar dengan mudahnya.
2. Kejujuran, etika, dan transparansi.
Ketiga hal diatas merupakan sebuah keharusan, karena dalam komunitas semua orang itu merasa terkait secara emosional.
3. Partisipasi dalam komunitas
Saat kita memutuskan untuk menggarap pasar komunitas, maka kita harus terlibat di dalamnya secara aktif. KIta tidak bisa hadir hanya saat mau mengirimkan iklan. Komunitas itu tentang keterkaitan secara emosional.
4. Hindari komunikasi satu arah
Kita hidup dijaman internet yang interaktif, jadi tidak bisa lagi komunikasi satu arah. Apa yang harus dilakukan adalah melibatkan konsumen, dan berdialog dengan mereka.
5. Berikan Nilai Tambah
Keterlibatan kita secara aktif di komunitas untuk mendengarkan dan berdialog dengan mereka membuat kita bisa memberikan kontribusi informasi yang penting untuk mereka.
6. Berikan informasi bukan propaganda
Ini yang agak susah, kebanyakan dari kita tidak sabar saat memasarkan ke komunitas. Mereka hanya memindahkan paradigma iklan ke pemasaran di komunitas, yang tentu saja tidak jalan. Berikan ke komunitas sesuatu yang inspiratif, dan menarik maka mereka akan dengan senang hati menyebarkannya.
7. Tambahkan sarana yang memudahkan komunikasi
Gunakanlah RSS Feed, dan saran lainnya yang memudahkan pengunjung untuk kembali ke berkunjung.
Ketiga, promosikan blog kita dengan berbagai cara. Misalnya kita ikut aktif dalam milis milis tertentu. Jangan lupa sertakan nama blog kita setiap kali kita berpartisipasi dalam milis tersebut. Bisa juga dengan cara blog walking, berkunjung ke blog milik orang lain yang kira kira sesuai dengan sasaran komunitas kita dan memberikan komentar. Cara ini bisa memancing pemilik blog dan pembacanya untuk berkunjung ke blog kita. Dan banyak cara lainnya.
Tidak percaya? Silahkan dicoba..
Possibly Related Posts:
- Bagaimana dengan Kurikulum Fakultas Farmasi yang lain ?
- Apoteker dan Praktek Kefarmasian
- Sudahkan Presepsi Kita Sama ?
- Akankah Obat Generik Semakin Menarik ?
- Menyasar Niche Market, Mengapa Tidak ?
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker.
[...] Banyak hal bisa diungkap melalui tulisan. Mulai dari penggolongan obat, perbedaan obat bermerek dengan obat generik, drug related problem, mengapa dokter tidak boleh dispensing, tips membeli obat sampai jamu yang mengandung bahan kimia obat yang sedang populer itu. Beri kesempatan pada pembaca untuk berkomentar atau bertanya dan segera beri respon. Demikian seterusnya seperti yang saya tulis disini. [...]
Tulisannya inspiratif. Websitenya makin keren…Saya banyak dapat ‘pencerahan’ disini.
Saya setuju di era web 2.0 ini, blog merupakan salah satu tool di dalamnya, merupakan cara yang efektif untuk menjaring komunitas. namun perlu dicatat, bahwa kalau mau ‘promosi apotek(er)’ tetap memperhatikan segmen market ‘pembeli’ obat apotek tsb. Pengguna internet di Indonesia kebanyakan adalah anak muda. Jadi harus disesuaikan dengan tingkah laku mereka. Sedangkan yang sudah lebih mature, lebih banyak ‘tanya sana & sini’ via milis, itupun kebanyakan tentang kondisi/gejala penyakit umumnya.
Nofa
apoteker-online.blogspot.com
Pendapat sejawat Nofa ada benarnya. Segmentasi memang mutlak digunakan. Seperti portal ini, meski yang mengakses bisa siapa saja tapi yang setia menjadi pengunjung mayoritas adalah apoteker. Dan kalau di segmentasi lebih lanjut apoteker yang berkunjung adalah mereka yang internet minded dan fasih menggunakan komputer. Maka dari itu elemen kompetensi apoteker harus mencakup juga kemampuan menggunakan komputer dan internet serta memahami dasar-dasar ilmu pemasaran.
[...] wujud kongkrit memromosikan apotek(er) melalui blog. Ayo, sejawat.. mengapa tidak mengikuti langkah sejawat Fajar. Gratis kok.. Popularity: 1% [...]
udah bagus koq
dikembangkan lagi
kalo boleh saya minta contoh segmentasi kefarmasian terbaru dalam dunia kefarmasia
thank’s b4
[...] Beberapa hari terakhir ini saya menemukan bahwa banyak orang (bisa apoteker atau bukan) masuk ke portal ini dengan mengetik kata segmentasi di apotek melalui google. Selain itu saya juga berhutang jawaban kepada salah satu sejawat yang bertanya disini. [...]