Sejawat sekalian.. saya patut bersyukur bahwa provokasi saya melalui tulisan ini telah menuai hasil. Salah seorang komentator portal ini, yaitu sejawat Fajar Ramadhitya, yang beralamat disini telah resmi membuka apotek maya (blog) dengan nama Apotek Dagdigdug. Saya ndak tau nama apoteknya sejawat Fajar yang nyata, tapi kalau dibaca dari niatnya yang tersirat, Apotek Dagdigdug adalah tempat praktek virtual sejawat Fajar. Sebagai bentuk apresiasi saya, ijinkan saya memasang alamat Apotek Dagdigdug dalam blogroll portal ini.
Langkah awal sudah dimulai oleh sejawat Fajar. Berikutnya yang paling penting adalah membentuk karakter lewat tulisan yang akan dimuat. Ingat bahwa pengelolaan isi sangat berpengaruh terhadap siapa yang akan menjadi pelanggan (pembaca). Kalau mau konsisten dengan misinya maka isinya harus seputar masalah obat dan pengobatan.
Banyak hal bisa diungkap melalui tulisan. Mulai dari penggolongan obat, perbedaan obat bermerek dengan obat generik, drug related problem, mengapa dokter tidak boleh dispensing, tips membeli obat sampai jamu yang mengandung bahan kimia obat yang sedang populer itu. Beri kesempatan pada pembaca untuk berkomentar atau bertanya dan segera beri respon. Demikian seterusnya seperti yang saya tulis disini.
Bila komunitas sudah terbentuk dan solid maka langkah berikutnya adalah mengadakan kopidarat (tatapmuka). Meski mungkin tapi rasanya agak muskil kalau seluruh anggota komunitas bisa datang karena anggota komunitas bisa darimana saja. Maka dari itu acara kopidarat diprioritaskan bagi mereka yang tinggal satu kota dengan sejawat Fajar. Topik atau tema dalam acara kopidarat bisa kita sesuaikan dengan minat atau kebutuhan mayoritas anggota komunitas. Tentunya topik yang dipilih minimal harus terkait dengan atau nyempet-nyrempet kompetensi apoteker.
Cara seperti ini seperti pepatah sekali mengayuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain citra sejawat Fajar sebagai seorang apoteker semakin dikenal nama apoteknya juga akan makin populer. Nah kalau demikian halnya masa iya omzet apotek tidak ikut bertambah?
Selanjutnya, apakah kalau ada sejawat lain yang ingin meniru langkah sejawat Fajar tidak terlambat? Jangan khawatir. Menurut perkiraan kasar pengguna internet di Indonesia saat ini (kalau tidak salah lho..) sekitar 3% dari jumlah penduduk. Dan ditargetkan dalam 7 tahun mendatang akan menjadi minimal 20%. Berarti kalau semua apoteker di Indonesia buka praktek online pun masih akan kebagian pasien (he..he..he..)
Jadi, siapa lagi yang mau ikutan…
Possibly Related Posts:
- Apoteker di Apotek, Kerja atau Praktek?
- Siapa Menikmati Polemik Puyer?
- Refleksi Satu Tahun Portal Apoteker
- Bagaimana Dengan Kompetensi Kita?
- Bunga Mawar (Memang) Berduri
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker, pemerhati kefarmasian, yang terpanggil untuk memberikan kontribusi aktif dalam proses mewujudkan eksistensi profesi apoteker di Indonesia.
Waduh, terus terang kaget juga membaca postingan ini. Secara saya belum secara resmi memublikasikan blog apotek dagdigdug ini. Terimakasih atas apresiasinya. Aduh, jadi dag dig dug…