Sebentar lagi umat Islam akan menjalankan ibadah puasa. Meski sudah menjadi ritual rutin tapi umat Islam menyambut dan memperlakukannya secara istimewa setiap tahun. Berbagai hal dipersiapkan secara khusus. Tidak heran bila konsumsi rumah tangga justru meningkat tajam. Boleh dibilang roda ekonomi berputar lebih cepat pada bulan puasa.

Puasa diwajibkan bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Selama bulan puasa ritme kehidupan umat Islam berubah, baik waktu dan pola makan maupun waktu istirahat. Perubahan tersebut tentunya membawa konsekuensi. Bagi mereka yang terkena penyakit degeneratif yang memerlukan bantuan obat untuk mengatasinya, perubahan tersebut juga berpengaruh terhadap waktu mengonsumsi obat. Bagi mereka yang sehatpun, karena pengaruh iklan, bisa terprovokasi ikut-ikutan mengonsumsi multivitamin.

Beberapa industri farmasi telah secara rutin memanfaatkan momentum bulan puasa untuk menggenjot promosi mereka melalui berbagai media. Belanja iklan obat maag, khususnya, bisa meningkat tajam selama bulan puasa. Apotek jaringan juga demikian. Biasanya mereka menerbitkan brosur yang berisi kiat-kiat menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa dan memberikan potongan harga bagi konsumen.

Sebagai referensi, di Inggris, negeri yang umat Islamnya minoritas, ada apotek jaringan yang memanfaatkan bulan puasa untuk menjalankan program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Mereka merasa terpanggil karena memahami adanya kebutuhan informasi bagi masyarakat Islam akibat perubahan ritme kehidupan (info lengkap silahkan baca disini).

Bagimana dengan anda, sejawat?

Menurut hemat saya, bulan puasa memang sangat tepat untuk kita manfaatkan sebagai sarana melaksanakan program KIE kepada masyarakat. Caranya beragam, tergantung kreatifitas kita. Tujuannya jelas, membantu masyarakat untuk tetap sehat selama menjalani ibadah puasa. Efek sampingnya, masyarakat akan semakin mengapresiasi dan mengenal apoteker dan apoteknya.

Nah, bagi sejawat yang belum pernah menjalankan segeralah mempersiapkannya. Mumpung masih ada waktu. Apresiasi masyarakat pasti akan muncul, apalagi kalau kita bisa memberikan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care) secara langsung. Seperti komentar salah satu pengunjung di blog sejawat Fajar.

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, mohon maaf lahir dan batin.

Possibly Related Posts: