<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sistem Jaringan Bagi Apotek Independen</title>
	<atom:link href="http://apotekkita.com/2008/09/15/sistem-jaringan-bagi-apotek-independen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apotekkita.com/2008/09/15/sistem-jaringan-bagi-apotek-independen/</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 00:39:44 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: wahuri</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/09/15/sistem-jaringan-bagi-apotek-independen/comment-page-1/#comment-1442</link>
		<dc:creator>wahuri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 04:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=142#comment-1442</guid>
		<description>Solusi yang kreatif. semoga bisa menjadikan apotik di indonesia lebih baik. lebih lengkap,lebih murah lebih memuaskan dan menyehatkan masyarakat. lebih memberi solusi pada masyarakat, lebih peduli.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Solusi yang kreatif. semoga bisa menjadikan apotik di indonesia lebih baik. lebih lengkap,lebih murah lebih memuaskan dan menyehatkan masyarakat. lebih memberi solusi pada masyarakat, lebih peduli.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Makna Berbagi &#124; PORTAL APOTEKER</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/09/15/sistem-jaringan-bagi-apotek-independen/comment-page-1/#comment-189</link>
		<dc:creator>Makna Berbagi &#124; PORTAL APOTEKER</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 05:46:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=142#comment-189</guid>
		<description>[...] Ferdi berkomentar 2 kali pada tulisan saya yang berjudul Apotek Tanpa Resep, 2 kali pada Sistem Jaringan Bagi Apotek Independen dan sekali pada Gerakan Jangan Masuk Farmasi. Kalau saya simpulkan komentar-komentar sejawat Ferdi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ferdi berkomentar 2 kali pada tulisan saya yang berjudul Apotek Tanpa Resep, 2 kali pada Sistem Jaringan Bagi Apotek Independen dan sekali pada Gerakan Jangan Masuk Farmasi. Kalau saya simpulkan komentar-komentar sejawat Ferdi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ferdibabd_psrb</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/09/15/sistem-jaringan-bagi-apotek-independen/comment-page-1/#comment-188</link>
		<dc:creator>ferdibabd_psrb</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 13:40:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=142#comment-188</guid>
		<description>Saya ngak pernah mendengar Praktek Dokter Jaringan, karena dokter percaya akan kemampuannya, masak satu dokter nelpon dokter lainnya untuk menanyakan penyakit, demikian juga sebaliknya apoteker harus mampu berdiri sendiri, dengan modal seminim mungkin, kita harus mampu memaksimalkan obat yang ada, karena menurut pengalaman saya hampir 80 persen pasien mau mengikuti nasehat apoteker untuk mengganti resep sesuai dengan obat yang ada di apotek kita.sampai suatu saat kita melengkapi obat-obat kita. Jadi gak perlu pake jaringan-jaringan segala. Sebaiknya apoteker harus mengetahui beberapa hal
1.Semua orang yang masuk apotek mengaggap semua yang ada di apotek mengerti obat
2.Seorang apoteker harus Pede dengan kemampuannya, yaitu dengan mempersiapkan ilmu tentang penyakit dan obat-obatan
3.Hampir 90 % pasien gak mengerti apa obat yang di beli dalam resep, menjadi peluang bagi apoteker.
4.Untuk lebih lagi konsultasi dengan saya, akan saya buka tabir meningkatkan pendapatan apotek,tanpa jaringan segala
5.Banggalah menjadi seorang apoteker, karena saya terlambat menyadarinya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ngak pernah mendengar Praktek Dokter Jaringan, karena dokter percaya akan kemampuannya, masak satu dokter nelpon dokter lainnya untuk menanyakan penyakit, demikian juga sebaliknya apoteker harus mampu berdiri sendiri, dengan modal seminim mungkin, kita harus mampu memaksimalkan obat yang ada, karena menurut pengalaman saya hampir 80 persen pasien mau mengikuti nasehat apoteker untuk mengganti resep sesuai dengan obat yang ada di apotek kita.sampai suatu saat kita melengkapi obat-obat kita. Jadi gak perlu pake jaringan-jaringan segala. Sebaiknya apoteker harus mengetahui beberapa hal<br />
1.Semua orang yang masuk apotek mengaggap semua yang ada di apotek mengerti obat<br />
2.Seorang apoteker harus Pede dengan kemampuannya, yaitu dengan mempersiapkan ilmu tentang penyakit dan obat-obatan<br />
3.Hampir 90 % pasien gak mengerti apa obat yang di beli dalam resep, menjadi peluang bagi apoteker.<br />
4.Untuk lebih lagi konsultasi dengan saya, akan saya buka tabir meningkatkan pendapatan apotek,tanpa jaringan segala<br />
5.Banggalah menjadi seorang apoteker, karena saya terlambat menyadarinya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/09/15/sistem-jaringan-bagi-apotek-independen/comment-page-1/#comment-187</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 07:54:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=142#comment-187</guid>
		<description>Menurut saya upaya membentuk sistem jaringan bukanlah wujud ketakutan tetapi usaha meningkatkan daya saing dalam menghadapi kompetisi. Hal ini sebenaranya sudah lama dijalankan secara tradisional seperti misalnya membeli obat ke apotek terdekat bila kita kehabisan stok. Penggagas sistem ini berusaha memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar hasilnya lebih optimal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya upaya membentuk sistem jaringan bukanlah wujud ketakutan tetapi usaha meningkatkan daya saing dalam menghadapi kompetisi. Hal ini sebenaranya sudah lama dijalankan secara tradisional seperti misalnya membeli obat ke apotek terdekat bila kita kehabisan stok. Penggagas sistem ini berusaha memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar hasilnya lebih optimal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ferdibabd_psrb</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/09/15/sistem-jaringan-bagi-apotek-independen/comment-page-1/#comment-186</link>
		<dc:creator>ferdibabd_psrb</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 14:18:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=142#comment-186</guid>
		<description>Sebenarnya teori ini hanya wujud ketakutan menghadapi persaingan, sebenarnya jika kita pintar-pintar dan memaksimalkan ilmu kita, apotek merupakan wadah yang sangat potensial untuk mengembangkan ilmu kefarmasian kita seperti komentar saya di bagian lain, apoteker harus menguasai ilmu kedokteran umum, sehingga seorang apoteker mampu juga memberikan pengobatan umum, karena ilmu kedokteran tidak jauh-jauh beda dengan ilmu kefarmasian, ilmu kedokteran dan ilmu farmasi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, ilmu kedokteran tidak harus dipelajari di bangku kuliah, tetapi dari buku-buku dan pola-pola penulisan resep dokter spesialis,.
Sehingga dengan demikian kita dapat memaksimalkan obat yang ada diapotek, kita juga bisa memberikan edukasi yang baik kepada pasien. Saya sudah mempraktekkan ilmu saya diapotek saya, tanpa ada praktek dokter, saya bisa memberikan pengobatan kepada pasien</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya teori ini hanya wujud ketakutan menghadapi persaingan, sebenarnya jika kita pintar-pintar dan memaksimalkan ilmu kita, apotek merupakan wadah yang sangat potensial untuk mengembangkan ilmu kefarmasian kita seperti komentar saya di bagian lain, apoteker harus menguasai ilmu kedokteran umum, sehingga seorang apoteker mampu juga memberikan pengobatan umum, karena ilmu kedokteran tidak jauh-jauh beda dengan ilmu kefarmasian, ilmu kedokteran dan ilmu farmasi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, ilmu kedokteran tidak harus dipelajari di bangku kuliah, tetapi dari buku-buku dan pola-pola penulisan resep dokter spesialis,.<br />
Sehingga dengan demikian kita dapat memaksimalkan obat yang ada diapotek, kita juga bisa memberikan edukasi yang baik kepada pasien. Saya sudah mempraktekkan ilmu saya diapotek saya, tanpa ada praktek dokter, saya bisa memberikan pengobatan kepada pasien</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

