Saya mendapatkan percerahan dari sejawat DR Umi Athiyah, MS., Apt. tentang filosofi tugas apoteker. Menurut beliau tugas utama seorang apoteker adalah menjaga agar obat tetap dalam struktur kimia yang tepat, yang memberikan efek terapi optimal bagi penderita, sejak dibuat, didistribusikan sampai siap dikonsumsi oleh pasien.

Sebuah makna yang sangat dalam. Artinya sintesa bahan baku, proses formulasiĀ  dan pengemasan obat bisa saja dilakukan oleh profesi lain. Tapi selepas dari kegiatan produksi sampai sebelum dikonsumsi oleh konsumen, apotekerlah yang bertanggungjawab agar obat tersebut keep structured.

Bagi saya memaknai tugas apoteker dengan cara seperti itu sangat mengena sekali. Bahkan saya sempat merinding waktu mendengarkan penjelasan beliau. Kalau obat itu dianalogikan dengan mahluk hidup maka tugas apoteker adalah menjaga, merawat dan memelihara kesehatan dan keselamatan obat sampai obat tersebut diserahkan kepada konsumen. Dalam konteks yang lebih luas lagi, apoteker juga harus memastikan bahwa obat harus diserahkan kepada konsumen yang memang benar-benar membutuhkan (sesuai indikasinya).

Dalam lingkup perapotekan tugas untuk menjaga obat agar keep structured tertuang dalam pedoman good pharmacy practise (GPP). Beberapa diantaranya seperti keharusan untuk memasang termometer ruangan agar bisa diketahui suhunya, menyediakan refrigerator untuk menyimpan obat yang peka terhadap temperatur, memberi tanda tertentu pada kemasan obat sesuai waktu kedaluarsanya, menjaga kebersihan ruangan untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kontaminasi dan sebagainya.

Dengan pendekatan seperti itu maka seharusnya apotek adalah tempat yang bersih, rapih dan terawat. Desain dan tata letak ruangan apotek harus diupayakan agar obat yang tersimpan tetap keep structured. Tempat penyimpanan maupun etalase untuk memejang obat tidak boleh langsung terkena sinar matahari. Bahkan idealnya ruangan apotek harus tertutup untuk mencegah masuknya debu.

Ada apotek yang telah mencoba memerhatikan hal-hal tersebut, tapi ada pula yang mengabaikannya. Apoteker yang mengelola secara aktif apoteknya mestinya akanĀ  berkepentingan dengan tugasnya. Tapi belum tentu bagi apotek yang apotekernya tidak aktif.

Bagaimana sejawat, apakah kita sudah memaknai tugas kita dengan tepat?

Possibly Related Posts: