Anda bisa mengeluh karena bunga mawar berduri, atau sebaliknya anda bisa girang karena ternyata duri memiliki bunga mawar. Demikian kata Zig Ziglar, seorang pengarang buku yang sukses, seorang motivator dan seorang ahli dibidang penjualan. Melalui slogan tersebut, Zig Ziglar  mencoba menekankan konsep pemikiran secara positif (positive thinking).

Dua orang dapat bertolak belakang pendapatnya terhadap suatu benda atau suatu kejadian yang sama.  Orang yang satu memusatkan perhatiannya ke hal hal yang negatif yakni mengeluh tentang mawar yang berduri, yang berarti pusat pemikirannya adalah duri. Sedangkan yang lain memusatkan perhatiannya ke hal hal yang positif yakni merasa girang karena duri memiliki bunga mawar, yang berarti pusat pemikirannya adalah bunga mawar. Kedua-duanya membicarakan sebuah objek yang sama, tetapi memiliki sudut pandang yang berbeda.

Saya melihat mempraktekkan profesi apoteker di apotek bisa dianalogikan seperti kita melihat bunga mawar. Tapi mayoritas dari kita melihatnya sebagai bunga yang berduri sementara kalau orang lain melihatnya sebagai duri yang berbunga. Ini dibuktikan dengan fakta bahwa pertumbuhan jumlah apotek yang didirikan oleh mereka yang bukan apoteker jauh lebih pesat dibanding oleh apoteker sendiri. Apalagi dengan adanya sistem waralaba dan apotek jaringan yang secara efektif mampu menjaring investor non apoteker.

Mengapa demikian ? Banyak alasannya. Diantaranya kita berasumsi bahwa untuk mendirikan apotek persyaratan utamanya adalah modal finansial yang cukup. Bisa juga kita menganggap bahwa kompensasi yang kita terima dari apotek tidak sepadan. Kitapun melihat bahwa maraknya pelanggaran peraturan maupun etika sebagai penghalang utama bagi perkembangan apotek.

Sementara orang lain yang bukan apoteker melihat bahwa apotek adalah pilihan investasi yang mampu memberi return lebih tinggi dibanding investasi lain. Mereka juga menganggap bahwa apotek tidak akan terimbas oleh pengaruh krisis ekonomi karena sepanjang ada orang yang sakit dan membutuhkan obat maka keberadaan apotek masih diperlukan.

Tetapi celakanya, sebagian (besar) dari kita bersedia  dijadikan apoteker penanggungjawab apotek oleh investor dengan fasilitas khusus boleh datang sesukanya. Maka dari itu tidak heran bila tingkat kehadiran apoteker di apotek masih belum juga mengalami perubahan bermakna meski sudah dicanangkan program TATAP.

Didalam kehidupan sehari hari,  kemampuan untuk melihat segala sesuatu dari kaca mata yang positif  sangat penting untuk dimiliki dan terus dikembangkan oleh setiap orang yang ingin berkembang. Kita dapat membayangkan apa saja yang mungkin didapat jika kita memusatkan perhatian anda pada hal-hal berikut ini:

1. Kesempatan dibanding masalah.

2. Kekuatan/ kelebihan dibanding kelemahan diri kita.

3. Apa yang dapat kita lakukan dibanding apa yang tidak dapat kita lakukan.

Tentunya kita akan menemukan lebih banyak lagi hal-hal yang mungkin kita dapat dengan memilih untuk berpikir secara positif. Kata kuncinya adalah memilih, karena kemampuan untuk melihat duri yang memiliki mawar bukan sesuatu talenta, melainkan sesuatu skil yang dapat dikembangkan.

Dengan demikian kalau kita masih mempunyai anggapan bahwa kita tidak perlu datang ke apotek setiap hari atau menganggap apotek bukan sebagai tempat berpraktek tetapi tempat bekerja sehingga bisa dijadikan pekerjaan sambilan atau alasan lain untuk membenarkan perilaku kita selama ini maka kita memang masih melihat bunga mawar sebagai bunga yang berduri.

Sayangnya mereka yang bukan apoteker dan berpikir sebaliknya justru dalam posisi yang lebih menguntungkan. Nggak percaya ? Coba saja kalau ada orang lain yang terkena duri sehingga terluka, yang bertanggungjawab tetap apotekernya bukan ?

Maka dari itu, hati-hatilah memandang bunga mawar.

Possibly Related Posts: