<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Makna Berbagi</title>
	<atom:link href="http://apotekkita.com/2008/11/24/makna-berbagi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apotekkita.com/2008/11/24/makna-berbagi/</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 00:39:44 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Konsekuensi Berbagi &#124; PORTAL APOTEKER &#124; indonesia</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/11/24/makna-berbagi/comment-page-1/#comment-227</link>
		<dc:creator>Konsekuensi Berbagi &#124; PORTAL APOTEKER &#124; indonesia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 04:49:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=190#comment-227</guid>
		<description>[...] Sesuai dengan misinya, portal ini dimaksudkan sebagai media untuk berbagi informasi bagi para apoteker untuk mengembangkan kompetensinya. Portal ini memang bukan yang pertama. Ada beberapa media sejenis yang lebih dulu muncul. Dan yang menggembirakan, saat ini telah banyak bermunculan blog atau sejenisnya yang meramaikan dunia kefarmasian. Inilah makna berbagi. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sesuai dengan misinya, portal ini dimaksudkan sebagai media untuk berbagi informasi bagi para apoteker untuk mengembangkan kompetensinya. Portal ini memang bukan yang pertama. Ada beberapa media sejenis yang lebih dulu muncul. Dan yang menggembirakan, saat ini telah banyak bermunculan blog atau sejenisnya yang meramaikan dunia kefarmasian. Inilah makna berbagi. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Menerapkan Formula E=wMC2 di Apotek &#124; PORTAL APOTEKER</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/11/24/makna-berbagi/comment-page-1/#comment-226</link>
		<dc:creator>Menerapkan Formula E=wMC2 di Apotek &#124; PORTAL APOTEKER</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 09:13:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=190#comment-226</guid>
		<description>[...] tapi belum menyadarinya. Dari komentar-komentarnya, mungkin apa yang dilakukan oleh sejawat Ferdi adalah wujud nyata dari formula ini. Sejawat Ferdi ada komentar ? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tapi belum menyadarinya. Dari komentar-komentarnya, mungkin apa yang dilakukan oleh sejawat Ferdi adalah wujud nyata dari formula ini. Sejawat Ferdi ada komentar ? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ferdibabd_psrb</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/11/24/makna-berbagi/comment-page-1/#comment-225</link>
		<dc:creator>ferdibabd_psrb</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 16:06:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=190#comment-225</guid>
		<description>Terima kasih, saya hanya ingin profesi apoteker dihargai dan dihormati, saya sendiri kok kesal sekali, masak apotek yang dikelola yang bukan apoteker ko malah maju sementara kita yang apoteker pada sebatas teori saja, kita harus menguasai fartor non teori (non teknis) yang belum diajarkan di kuliah.
Saya akan buka salah satu tabir yang mungkin terpikir oleh teman-teman apoteker :
1.SAYA ADALAH SATU-SATUNYA APOTEKER DIDUNIA INI YANG BERSUKACITA JIKA TULISAN DOKTER TIDAK TERBACA
KENAPA?
KARENA DENGAN TULISAN YANG TERBACA ITU KITA LEBIH MUDAH UNTUK MENSUBSTITUSIKAN RESEP TERSEBUT dengan obat yang sama tentunya dengan yang kita punya tentunya(paten dengan paten, paten dengan generik jika dibutuhkan)
2.Kita harus mampu memecahkan masalah pasien, karena dalam benak pasien Apoteker lebih pintar obat dari pada dokter, dan hampir 70 % pasien menolak obat yang
harganya mahal, dan mau diganti dengan yang lebih murah.
Terkadang ada juga obat dalam resep dokter yang tidak ada dimana-mana, disinilah fungsi kita apoteker harus mampu menganalisis resep. Apa yang dipikirkan oleh dokter sewaktu menulis resep tersebut, sehingga dalam keadaan tertentu kita bisa mengganti resep dengan obat yang sejenis tetapi dengan persetujuan pasien tentunya, HAMPIR SEMUA PASIEN YANG SAYA PERLAKUKAN DEMIKIAN SANGAT SENANG DAN MENGHARGAI.
3.DAN banyak lagi.....

Dulu sewaktu baru membuka apotek banyak yang melecehkan saya, kenapa tidak kerja di pabrik, dll, tetapi sekarang saya merasa dihargai, saya BANGGA MENJADI APOTEKER

Sekarang saya membuka konsultan apotek, BAHKAN YANG BUKAN APOTEKER JUGA BISA DILATIH MENANGANI APOTEK, seharusnya apoteker juga harus lebih mampu dan bisa

Thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih, saya hanya ingin profesi apoteker dihargai dan dihormati, saya sendiri kok kesal sekali, masak apotek yang dikelola yang bukan apoteker ko malah maju sementara kita yang apoteker pada sebatas teori saja, kita harus menguasai fartor non teori (non teknis) yang belum diajarkan di kuliah.<br />
Saya akan buka salah satu tabir yang mungkin terpikir oleh teman-teman apoteker :<br />
1.SAYA ADALAH SATU-SATUNYA APOTEKER DIDUNIA INI YANG BERSUKACITA JIKA TULISAN DOKTER TIDAK TERBACA<br />
KENAPA?<br />
KARENA DENGAN TULISAN YANG TERBACA ITU KITA LEBIH MUDAH UNTUK MENSUBSTITUSIKAN RESEP TERSEBUT dengan obat yang sama tentunya dengan yang kita punya tentunya(paten dengan paten, paten dengan generik jika dibutuhkan)<br />
2.Kita harus mampu memecahkan masalah pasien, karena dalam benak pasien Apoteker lebih pintar obat dari pada dokter, dan hampir 70 % pasien menolak obat yang<br />
harganya mahal, dan mau diganti dengan yang lebih murah.<br />
Terkadang ada juga obat dalam resep dokter yang tidak ada dimana-mana, disinilah fungsi kita apoteker harus mampu menganalisis resep. Apa yang dipikirkan oleh dokter sewaktu menulis resep tersebut, sehingga dalam keadaan tertentu kita bisa mengganti resep dengan obat yang sejenis tetapi dengan persetujuan pasien tentunya, HAMPIR SEMUA PASIEN YANG SAYA PERLAKUKAN DEMIKIAN SANGAT SENANG DAN MENGHARGAI.<br />
3.DAN banyak lagi&#8230;..</p>
<p>Dulu sewaktu baru membuka apotek banyak yang melecehkan saya, kenapa tidak kerja di pabrik, dll, tetapi sekarang saya merasa dihargai, saya BANGGA MENJADI APOTEKER</p>
<p>Sekarang saya membuka konsultan apotek, BAHKAN YANG BUKAN APOTEKER JUGA BISA DILATIH MENANGANI APOTEK, seharusnya apoteker juga harus lebih mampu dan bisa</p>
<p>Thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

