Archive for December, 2008

Strategi Jitu, Bukan Tidak Mungkin Suatu Saat di Terapkan di Indonesia

Hari ini WashingtonPost.com menurunkan berita tentang program gratis untuk masyarakat yang akan menebus resep antibiotik. Penggagas program tersebut adalah Giant Food stores. Menarik untuk disimak karena program ini dikemas dengan bungkus membantu masyarakat yang mengalami penurunan daya beli akibat krisis ekonomi.

Saya sengaja memuat tulisan ini sebagai langkah antisipasi bagi kita, karena bukan tidak mungkin raksasa raksasa retail yang sudah masuk ke Indonesia dan memiliki (bekerjasama dengan) apotek didalamnya melakukan hal yang sama. Memang dikatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap korban krisis ekonomi, tapi jangan lupa bahwa yang namanya bisnis tetap bisnis dan tujuannya apalagi kalau bukan bermotif profit.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Sebegitu Rendahkah Profesi Apoteker?

Sebenarnya saya sudah agak lama membaca artikel yang berjudul Menulis Fungsi Obat di blognya CakMoki dan artikel Dokter-Apoteker cs apa vs ? di blognya sejawat Zullies. Semula saya kurang menaruh perhatian terhadap isi kedua artikel. Namun setelah saya membaca tulisan yang mengkritisi buku berjudul Pasien Pintar dan Dokter Bijak  yang ditulis oleh sejawat Dika, saya jadi teringat kedua artikel tadi.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Clinical Pharmacists Can Reduce Drug Costs

Clinical pharmacy services can significantly reduce the cost of prescription drugs and save money elsewhere in the health care system, according to a new study by researchers at the University of Illinois at Chicago. 

For every dollar spent by hospitals or health systems to provide clinical pharmacy services, $4.81 was saved through lower drug costs, reductions in adverse drug events and medication errors and other savings, says Glen Schumock, associate professor and director of UIC’s Center for Pharmacoeconomic Research and senior researcher on the study. 

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Merasionalkan Harga Obat

Tanggapan para sejawat pada tulisan saya yang berjudul (Harga) Obat yang Rasional menyiratkan sebuah kesimpulan bahwa harga obat generik bisa dijadikan patokan harga obat yang rasional. Kesimpulan ini perlu digarisbawahi karena di lapangan harga obat bermerek yang harganya jauh lebih tinggi dari generik banyak beredar dan bahkan menjadi pilihan para dokter. Kalau porsi obat generik hanya 10% dari total pasar farmasi yang nilainya sekitar Rp 28 trilyun, berarti berapa banyak pemborosan dilakukan oleh bangsa ini untuk belanja obat yang (harganya) tidak rasional ?

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apakah Perlu Konsensus Nasional?

Hari senin yang lalu saya diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan tentang kewirausahaan kepada beberapa teman sejawat di Serang, Banten. Materi tersebut dianggap penting mengingat apotek sebagai tempat kita mengabdikan diri tidak terlepas dari aspek bisnis. Perubahan orientasi profesi apoteker dari produk ke asuhan kefarmasian tetap tidak boleh mengabaikan parameter parameter bisnis yang lazim agar kelangsungan hidup apotek tetap terpelihara.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: