<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sebegitu Rendahkah Profesi Apoteker?</title>
	<atom:link href="http://apotekkita.com/2008/12/30/sebegitu-rendahkah-profesi-apoteker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apotekkita.com/2008/12/30/sebegitu-rendahkah-profesi-apoteker/</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 00:39:44 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: doniapt</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/12/30/sebegitu-rendahkah-profesi-apoteker/comment-page-1/#comment-12858</link>
		<dc:creator>doniapt</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 12:32:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=432#comment-12858</guid>
		<description>tergelitik baca paragraf merah...yah memang begitulah....kualitas apoteker kita...bayangkan  ...dokter bisa seminar setahun berkali2 dgn biaya sponsor...sedangkan kita?...setahun paling cuma sekali...plus seminar pesanan sponsor...seminar keluar negeri?...mimpi &gt; Sy lebih banyak ngitung diskon obat buat instansi rs sy...plus pencari dana sponsor kalau ada acara2 besar...Dispensing? teman2 gak minat..serahin sama TTK yg digaji murah..beres kan. Jadi kalau kadang konsultasi gak nyambung dgn maune dokter ya harap maklum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tergelitik baca paragraf merah&#8230;yah memang begitulah&#8230;.kualitas apoteker kita&#8230;bayangkan  &#8230;dokter bisa seminar setahun berkali2 dgn biaya sponsor&#8230;sedangkan kita?&#8230;setahun paling cuma sekali&#8230;plus seminar pesanan sponsor&#8230;seminar keluar negeri?&#8230;mimpi &gt; Sy lebih banyak ngitung diskon obat buat instansi rs sy&#8230;plus pencari dana sponsor kalau ada acara2 besar&#8230;Dispensing? teman2 gak minat..serahin sama TTK yg digaji murah..beres kan. Jadi kalau kadang konsultasi gak nyambung dgn maune dokter ya harap maklum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: opik.taufik</title>
		<link>http://apotekkita.com/2008/12/30/sebegitu-rendahkah-profesi-apoteker/comment-page-1/#comment-252</link>
		<dc:creator>opik.taufik</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 04:58:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=432#comment-252</guid>
		<description>Salam sejawat,
Dari pengalaman saya, yang mendirikan apotek di daerah perifer. Memang dispensing juga menjadi ladang dari apotek, tetapi hal ini sangatlah riskan, karena harga obat-obatan dispensing juga dipengaruhi oleh kuantitas membeli barang. Maka banting-bantingan harga bisa terjadi. Ketika saya ingin menjalankan pharmaceutical care, ya minimal ada konsultasi obat dengan pasien secara interaktif, terkadang memang ada tanggapan miring dari rekan kesehatan lain, misal dokter, bidan, dan mantri yang berdispensing. Karena ketika pasien self medicated, dia akan tahu harga obat yang sebenarnya, dan relatif murah, dan memang ketika pasien teredukasi, dia lebih memilih konsul dahulu sehingga mendapat obat yang lebih murah karena jasa apoteker masih gratis (hiks hiks).
Perlu rekan sejawat ketahui, bahwa di daerah perifer, dokter, bidan atau pun mantri, memberi obat pada pasen dengan kondisi yang sudah tidak utuh labelnya (misal etiket pada sirup obat sudah dicopot atau obat stripan yang dikeluarkan dari bungkusnya sehingga seperti obat lossan). Sehingga saya beranggapan bahwa pasien dibiarkan dan dikondisikan tetap bodoh, sehingga obat yang harganya irrasional tetap terkondisikan demi keuntungan yang sebanyak-banyaknya.
Saya sangat berterimakasih pada portal ini yang sangat bermanfaat dan informatif. Juga bisa memberikan semangat pada apoteker untuk menjalankan profesinya dengan baik
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam sejawat,<br />
Dari pengalaman saya, yang mendirikan apotek di daerah perifer. Memang dispensing juga menjadi ladang dari apotek, tetapi hal ini sangatlah riskan, karena harga obat-obatan dispensing juga dipengaruhi oleh kuantitas membeli barang. Maka banting-bantingan harga bisa terjadi. Ketika saya ingin menjalankan pharmaceutical care, ya minimal ada konsultasi obat dengan pasien secara interaktif, terkadang memang ada tanggapan miring dari rekan kesehatan lain, misal dokter, bidan, dan mantri yang berdispensing. Karena ketika pasien self medicated, dia akan tahu harga obat yang sebenarnya, dan relatif murah, dan memang ketika pasien teredukasi, dia lebih memilih konsul dahulu sehingga mendapat obat yang lebih murah karena jasa apoteker masih gratis (hiks hiks).<br />
Perlu rekan sejawat ketahui, bahwa di daerah perifer, dokter, bidan atau pun mantri, memberi obat pada pasen dengan kondisi yang sudah tidak utuh labelnya (misal etiket pada sirup obat sudah dicopot atau obat stripan yang dikeluarkan dari bungkusnya sehingga seperti obat lossan). Sehingga saya beranggapan bahwa pasien dibiarkan dan dikondisikan tetap bodoh, sehingga obat yang harganya irrasional tetap terkondisikan demi keuntungan yang sebanyak-banyaknya.<br />
Saya sangat berterimakasih pada portal ini yang sangat bermanfaat dan informatif. Juga bisa memberikan semangat pada apoteker untuk menjalankan profesinya dengan baik<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

