Archive for January, 2009

Adakah yang Tidak Berkehendak Dengan PP Pekerjaan Kefarmasian?

Apoteker sebagai sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peranan penting karena terkait langsung dengan pemberian pelayanan, khususnya pelayanan kefarmasian. Karena itu kontribusi apoteker dalam proses pengobatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian yang sangat pesat, dewasa ini pelayanan kefarmasian tidak lagi terpaku pada pengelolaan obat sebagai komoditi saja.

Apoteker dituntut untuk memperluas cakupan pelayanan kefarmasian agar lebih komprehensif lagi. Apoteker berkewajiban memberikan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care) guna mendukung penggunaan obat yang benar dan rasional serta memonitor penggunaan obat untuk mengetahui tujuan akhir serta kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan (medication error).

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Kita Bukanlah Penonton, Bukan Pula Pemain

Sebuah artikel yang dimuat di Medscape.com, mengutip pemberitaan kantor berita REUTERS, menarik untuk kita kaji. Dalam berita tersebut dikatakan bahwa pemberian hadiah maupun uang kepada para dokter oleh pabrik obat dan pabrik alat kesehatan yang nilainya melebihi 100 USD per tahun harus dibeberkan secara terbuka sesuai rancangan undang-undang AS.

Tanpa perlu melipat-lipat dahi saya yakin kita segera tahu apa maksud dibalik dibuatnya rancangan undang-undang tersebut. Sistem pemasaran obat ethical memang bersentuhan langsung dengan konflik kepentingan. Kewenangan dokter untuk mendiagnosa penyakit pasien sekaligus memilihkan jenis dan merek obat rawan sekali terhadap praktek kolusi. Pengendalian yang tidak memadai akan mengakibatkan pemakaian obat menjadi tidak rasional.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Siapa Bilang Apoteker Tidak Diperlukan?

Sejawat, tulisan saya kali ini terinspirasi oleh diskusi tentang Masih Perlukah Apoteker di Indonesia? yang termuat di milis ISMAFARSI dan artikel berjudul Manajemen Manusia Unggul di Kompas 23/01/09.

Pada diskusi tersebut dilontarkan fakta bahwa the art of compounding yang merupakan domain apoteker telah tergantikan oleh mesin maupun komputer, sementara program TATAP di apotek sulit diterapkan karena tekendala oleh sistem reward yang tidak sebanding. Sedikit kutipannya sebagai berikut:

…ketika dulu apoteker kita dapat melakukan peracikan bahan obat, tapi sekarang? masih bisa sih, tapi siapa yang mau pake?? Ketika semuanya tergantikan oleh perkembangan teknologi, ketika obat-obat dapat diracik oleh sistem komputerisasi dan ketika obat dapat dijual bebas di supermarket, kedai kedai bahkan di kaki lima, kesemuanya itu dengan mudah dilakukan oleh orang orang diluar tenaga kefarmasian dan profesi apoteker.. “ 

Karenanya tercetus pertanyaaan, masih perlukah apoteker di Indonesia?  Jamaknya suatu diskusi, tanggapan yang masuk ada yang pro dan ada yang kontra. Sayang saya tidak bisa membuat link ke milis tersebut.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Penggunaan Obat Tidak Rasional

Saya menerima email melalui milis Alumni Farmasi UGM dari senior kita, sejawat Erni P. Kolopaking, tentang penggunaan obat tidak rasional yang marak terjadi di negara kita. Agar bisa diakses oleh lebih banyak lagi oleh para sejawat, berikut saya muat salinan lengkapnya :

Surabaya, 20 Januari 2009

Kepada Sejawat Apoteker Indonesia,

Untuk membantu sejawat Apoteker yang menjalankan pelayanan di apotik komunitas, di dalam attachment saya kirimkan artikel tentang penggunaan obat yang tidak rasional, yang dikemukakan oleh sejawat dokter Mikrobiologi Klinik dari Belanda ( artikel di Jakarta Post), dan sejawat dokter Anak dari Indonesia (artikel di E-drug).

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Clinical Pharmacists Make Economic Sense

Clinical pharmacy services can significantly help curb prescription drug spending and other healthcare costs, according to a new study. According to the University of Illinois at Chicago, for every dollar spent by hospitals and health systems to provide clinical pharmacy services, $4.81 was saved by the resulting lower drug costs, reductions in adverse drug events and medication errors, and other savings.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: