<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apa dan Mengapa Pharmaceutical Care ?</title>
	<atom:link href="http://apotekkita.com/2009/03/06/apa-dan-mengapa-pharmaceutical-care/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apotekkita.com/2009/03/06/apa-dan-mengapa-pharmaceutical-care/</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 00:39:44 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Pharmaceutical Care, Who Cares ? &#124; PORTAL APOTEKER &#124; indonesia</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/03/06/apa-dan-mengapa-pharmaceutical-care/comment-page-1/#comment-335</link>
		<dc:creator>Pharmaceutical Care, Who Cares ? &#124; PORTAL APOTEKER &#124; indonesia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 03:25:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=606#comment-335</guid>
		<description>[...] Dari cerita diatas terlihat bahwa ternyata tingkat kepedulian terhadap asuhan kefarmasian memang masih sangat rendah. Saya sama sekali tidak mendapat penjelasan apalagi klarifikasi atas kasus tersebut. Memang jenis kesalahannya tergolong ringan karena &#8220;hanya&#8221; supplemen makanan. Namun esensinya tetap sama, tidak ada yang peduli terhadap asuhan kefarmasian. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dari cerita diatas terlihat bahwa ternyata tingkat kepedulian terhadap asuhan kefarmasian memang masih sangat rendah. Saya sama sekali tidak mendapat penjelasan apalagi klarifikasi atas kasus tersebut. Memang jenis kesalahannya tergolong ringan karena &#8220;hanya&#8221; supplemen makanan. Namun esensinya tetap sama, tidak ada yang peduli terhadap asuhan kefarmasian. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

