Ssst… jangan berimajinasi terlalu jauh dulu sejawat, karena portal ini masih konsisten mengulas tentang apoteker dan dunianya. Dan saya tidak ada niat sedikitpun apalagi rencana untuk mengubahnya. Masih banyak topik tentang apoteker yang menarik, perlu ataupun penting untuk dikaji.
Minggu lalu saya bertemu dengan Drh M Munawaroh, Direktur Pemasaran PT Indofarma. Dalam pertemuan itu saya berkesempatan mendengarkan strategi beliau mendongkrak penjualan obat generik tanpa harus perang diskon.
Seperti kita ketahui, selama ini banyak produsen obat generik terjebak memakai strategi killing for survival menggunakan senjata diskon agar target penjualannya tercapai. Akibatnya, obat terjual ke distributor dalam jumlah besar tetapi penyebarannya tidak merata. Padahal salah satu kunci sukses bagi obat generik adalah ketersediaannya di apotek.
Menyadari akan hal itu, PT Indofarma mencoba menerapkan strategi lain yang sama sekali berbeda. Mereka melihat bahwa ketersediaan obat generik di apotek jauh lebih penting dibandingkan kegiatan detailing atau promosi ke dokter. Karena seringkali terjadi promosi gencar dilakukan dan dokter meresepkan tapi sesampai di apotek obat generik produksi pabrik lain yang laku.
PT Indofarma melihat bahwa apotek sebagai sebuah entitas bisnis memiliki masalah yang tidak ringan. Persaingan antar apotek tidak dapat dihindari dan hal tersebut mau tidak mau memaksa para pengelola apotek harus lebih lihai mengelola apotek agar efisien, menghasilkan profit, dan memperoleh pelanggan yang loyal.
Salah satu permasalahan yang sering terjadi di apotek adalah pengelolaan inventory yang jika tidak cermat bisa terjadi over stock atau stock out. Jika terjadi stock out, transaksi penjualan obat tidak terlayani. Akibatnya, terjadi kerugian. Begitu juga jika terjadi over stock.
Permasalahan lain adalah pengelola apotek tidak dapat mengetahui secara pasti berapa nilai rupiah dari persediaan obat yang ada, tidak mengetahui secara pasti rugi – laba bisnis, dan tidak mengenali pelanggan yang datang ke apotek.
Sebagai produsen utama Obat Generik Berlogo di Indonesia, PT Indofarma (Persero) Tbk menyadari bahwa apotek sebagai mitra kerja perlu dicarikan solusi tepat guna mengatasi hal tersebut. Untuk itu, pada awal tahun 2009, divisi obat generik berlogo PT Indofarma meluncurkan program Software Pengelolaan Apotek (SPA).
Langkah ini merupakan sebuah perwujudan dari program kemitraan antara PT Indofarma dan apotek prioritas PT Indofarma yang berupa fasilitas software apoteku.com untuk membantu manajemen mengelola apotek supaya lebih baik, efisien, cepat, dan akurat.
Software yang dinamakan apoteku.com berisi 5 modul utama yang terintegrasi, yaitu modul Pembelian, Inventory, Point of Sales (POS), Penjualan, dan Report. Software apoteku.com telah dikembangkan sejak tahun 2002 oleh provider yang berpengalaman di pengembangan software jenis ini.
Cikal bakalnya berasal dari software yang digunakan di bisnis ritel baik ritel skala kecil sampai ritel skala besar, sehingga dapat disimpulkan bahwa apoteku.com dikembangkan berdasarkan best business practices.
Software apoteku.com ini dibangun diatas platform teknologi Java, sehingga software ini dapat dijalankan di beberapa basis operating system seperti windows, linux, atau solaris. Teknologi Java ini juga sanggup mengelola data jutaan transaksi per hari dan lebih stabil terhadap serangan virus.
Keunggulan lain dari apoteku.com adalah satu-satunya software apotek di Indonesia yang berbasis web, sistemnya terintegrasi dari bagian terdepan apotek (kasir) hingga bagian manajemen apotek, real time transaction, dapat diaplikasikan untuk beberapa tempat atau lokasi, dapat mengelola jutaan transaksi per hari dan dapat digunakan untuk mengelola pelanggan (customer relation management)
Jika dibandingkan dengan software lain yang sudah digunakan di apotek atau bisnis ritel, keunggulan apoteku.com ini adalah satu-satunya software di Indonesia yang berbasis web sehingga software ini dapat dijalankan melalui internet. Keuntungannya adalah pengelola apotek dapat memantau bisnis apotek dari tempat lain melalui jaringan internet.
Nah bagi sejawat yang berminat dan membutuhkan informasi lebih lanjut sila hubungi customer service di 0812 13990384 atau kirimkan email ke : generik.spa@gmail.com . Untuk melihat tampilannya di internet cobalah akses alamat www.apoteku.com dengan mengisi user ID: apoteku dan password : apoteku.
Possibly Related Posts:
- Sudah Saatnya “Values” Sebagai Strategi Bersaing Apotek(er)
- Praktek Bersama (Apoteker & Dokter)
- Apotek “Pasti Pas”
- Apoteker Memang Harus Narsis
- Produk Baru, Manfaat atau Masalah Baru ?
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker.
Koq promosi ? apa hubungan SPA ini dengan mendongkrak penjualan obat generik?
apa software ini gratis ?trims.
Bukan promosi, tapi membantu menyebarluaskan informasi. Untuk pertanyaan yang terkait langsung dengan software sila hubungi nomor telpon diatas atau email.
ini berbayar atau gratis ya?
Pasti bayarlah, kalau tidak pasti ada persyaratan omset tentunya dari PT Indofarma. Apa aplikasi berbasis web cocok untuk unit usaha apotek? Bagaimana dengan koneksi internetnya (untuk mendapatkan koneksi internet yang cepat tentu butuh bandwich gede. Lantas biaya berapa hayo). Apa servernya punyae PT Indofarma?
trus biasanya aplikasi web, harus klak-klik pakae mouse. Kalao idak bisa on keyboard driven. Apa tidak repot? Masak untuk pindah-pindah kolom saat layanan transaksi harus pake mouse terus? Ndak nyaman
kalau aku mending pake aplikasi dekstop. Jelas data dikelola sendiri, tidak perlu pake koneksi internet. Untuk menggunakan program bisa menggabungkan keyboard driven & Mouse driven. Kalao dah hafal enak keyboard aja.
Saya punya referensi software apotek yang tidak rumit dan mudah pengunaanya.
1. Mempunyai automatic setting Harga, Embalece, Tuslah, Jasa racik dll. Jadi saat penjualan sudah otomatis terhitung
2. Sistem raciknya Curret asembly, jadi ndak perlu ada stok barang racikan
3. Transaksi bisa stok minus (cocok untuk apotek dengan SDM terbatas) karena transaksi jual tidak dibatasi posisi stok dalam sistem, dan catatan utang stok akan ter-autocorect saat barang pembelian dimasukan
4. Udating kenaikan harga beli secara langsung waktu input pnerimaan pembelian
5. Ada format laporan penggunaan narkotika dan psikotropika sesuai format depkes.
6. Bisa kelola barang titil jual
7. ED barang dicatat secara sempurna. Misalnya beli barang 20 dus dan EDnya bervariasi
8. dan lain-lain
Kalau ada yang minat hubungi aja : Isnone_fn@yahoo.com. Saat ini baru bisa melayani wilayah Jateng, Jogja dan Jatim aj. Bukan mempromisikan sesuatu lho. Hanya kasih informasi. Siapa tahu bermanfaat bagi kita semua
Kayaknya dicoba juga gak papa. Namanya kemajuan teknologi, ya kita pake yang terbaik.
Bapak Isnan, saya tertarik dengan rekomen software apotek yang bapak jelaskan. apakah ada alamat webnya untuk saya liat modulnya. Tks
software “apotekku” mank gratis tapi pembelian generik INF-nya “ditarget” hehe ..
sbnrnya kunci manfaatnya bukan di software tersebut, tapi terbentuk jaringan “apotekku” – “apotekku” sewilayah dlm bntk virtual stock center, jadi antar apotek bisa saling beli obat (terutama yang gak laku / daya lakunya rendah / obat baru yg gk tau laku apa kgk klo dsediain) dan para apotek yg tergabung dalam jaringan bisa blanja bersama (blanja sebutuhnya dlm jumlah besar bisa menimbulkan bargain power yg besar dan menekan pabrik/distributor utk memberi diskon ekstra) .. klo antar stock center wilayah bergabung dlm stock center daerah dan stok center daerah bergabung secara nasional .. hehe .. bisa dibayangkan, apa pabrik gk bertekuk lutut sama para apotek dan praktek dokter dispensing bisa distop ???????
yg terpenting dari skenario ini adalah perubahan mindset para apoteker .. bhw sediaan obat pada “apotek”-ku BUKAN milik aku sendiri lagi, tapi milik kita bersama dan para apotek yg tergabung dalam jaringan ini gakkan beli stok baru kalo stok di jaringan belum habis / cekak .. dg bgtu financial para apotek anggota juga jadi liquid dan jaringan punya purchasing power yang kuat !!
semua kembali kepada diri kita sendiri .. kita mau bersama atau ttp sndiri2 aja dan siap dipecahbelah pabrik dg isu “dokter dispensing” ..
salam…….
Ada nggak software atau program yang hanya untuk pengelolaan obatnya saja(seperti ada warning untuk obat2 yg akan ED), tidak berhubungan dengan kasir, tidak perlu koneksi internet, dan support untuk melakukan PIO??
Karena saya baru membuka apotek di daerah pandeglang-banten.
Mohon bantuannya ya….
(Dapat mengirimkan imel ke fitria.andradita@yahoo.com)
Terima kasih atas bantuannya…
@Pak Isnan pak isnan program berbasis web gak mesti connect internet pak klo untuk koneksi internet seh gak diperlukan selama apotek tersebut gak punya cabang klo pun punya apotekku masih support update data lewat flasdisk ma disket cuma pengalaman gw apotek gw salah satu yang pernah pake softwere ini dan hasilnya NOL BESAR support indofarma mengecewakan lagian pake syarat harus beli dari indofarma sebanyak X-jtan(gw lupa berapa) emang fasilitas defaultnya canggih banget ada pembulatan naik 100rupiah diakhir transaksi mendukung pemasukan data dalam jumlah besar dari excel dll.cuma yang namanya bisnis apotek khan sangat unik satu apotek ma apotek yang lain. gimana margin HV ma resep gimana harga etiket ma resep gimana harga pelayanan itu yang gak disupport oleh apotekku dan klo mau bisa berjalan sempurna harus penyesuaian dan support untuk itu sangat kurang.
Untuk mbak dita :
1. Apakah betul manajemen fisik dalam pengeluaran obat itu yang benar adalah FEFO atau ED yang terpendek dikeluarkan dahulu? jika betul maka jika mbak dita menghendaki penerapan program aplikasi pilihlah yang SISTEM INVENTORYNYA DIBANGUN DENGAN SISTEM FEFO, (first ED first out).
2. Bahwa posisi stok (demikian pula data ED beserta jumlahnya) akan selalu berubah oleh aktivitas jual, beli dan pemakaian. Adanya pembelian dan retur/batal penjualan menyebabkan stok bertambah.Adanya penjualan, retur pembelian dan pemakaian barang menyebabkan stok berkurang. Perubahan posisi stok ini bisa dimonitor ketika semua transaksi jual, beli, pakai, retur dan semua aktivitas yang menyebabkan perubahan stok di eksekusi. Jika tidak, rasanya tidak mugkin jika infiomasi stok dan ED warning bisa didapat jika barang keluar dan masuk tidak diadministrasikan
3. Info ED akan didapatkan dengan tingkat akurasi tinggi, jika sistem aplikasi menerapkan sistem FEFO dan manajemen fisik secra ketat juga menerapkan sistem FEFO.
Demikian mbak dhita. lebih lanjut bisa sharing via e-mail : isnone_fn@yahoo.com
UNTUK MAS AGRA :
Yang pertama, mMemang betul gak perlu koneksi internet,selama koneksinya localhost dan hanya main intranet saja. Tetapi kalau orientasinya program aplikasi jejaring untuk mendapatkan data riil and on time. Jika transport data via flashdisk dan uploadnya tertunda tentu data riil time yang pentig buat informasi stock position diantara apotek komunity tidak akan berfungsi optimal.
Yang kedua,memang diakui atau tidak proses bisnis apotek lebih kompleks dan lebih rumit dibanding swalayan consumers good. Seperti mas bilang ada jasa pelayanan racikan, jasa tuslah resep/non resep, jasa embalase resep/nonresep dll.
Yang ketiga, kalau sistem pembulatan, sebenarnya ndak harus pakem naik 100 rupiah. artinya program bisa di set pada nilai rupiah berapa akan bulat ke atas atau ke bawah.
Yang ke empat, Program yang baik menurut saya, bisa mengakomodasi pengikutan biaya-biaya pelayanaan (jasa racik, tuslah, embalase dll,namun pada printout biaya-biaya tersebut bisa didistribusikan ke nilai jual obat, sehingga pelanggan/pasien tidak ada kesan adanya biaya-tambahan di luar harga obat yang terkadang sering menjadi pertanyaan pasien/pelnggan
Yang kelima, sebarapa penting monitoring dan informasi ED obat/sediaan farmasi dalam dunia apotek?. kalau sangat penting dan krusial tentu manajemen fisik harus secara ketat menerapkan manajemen FEFO (barang dengan Ed terpendek selalu ditempatkan paling dekat dengan tangan) dan aplikasi yang dipakai juka harus dibangun dengan sistem inventory berbasis FEFO (barang keluar menurut ED terpendek, tidak peduli apakah dia dari faktur barang masuk yang lebih muda atau lebih tua. ketika ED barang sama, dari satu faktur dengan faktur berikutnya,barulah identifikasi FIFO dilakukan. Artinya secara sistem, jika terjadi ED yang sama antar dua faktur maka barulah barang akan diambil dari faktur yang lebih tua ) , Bukan sekedar FIFO (barang keluar menurut umur nota/faktur barang masuk/beli). Dengan model seperti ini tentunya informasi ED yang diharapkan akan lebih akurat dan mempunyai manfaat.
Demikian mas agra,sekedar saring. lebih lanjut bisa sharing via e-mail : isnone_fn@yahoo.com atau technosarana@gmail.com
tks.
Untuk Pak Imago :
Maaf ini pak, masih ada revisi sistem database yang sedang diselesaikan untuk menigkatkan performance agar dapat berjalan dengan performance yang cukup kuat pada komputer standar PC (personal komputer). soalnya kebanyakan apotek pada memakai PC difungsikan sebagai server, lebih parah lagi server plus front office alias satu komputer untuk semua, speknya rendah lagi (murah meriahlah, soale komputer server mahal…di atas 10 jutaan, kalao PC 3 jutaan dapat, yang second 1.5 – 2 jutaan dan skalian monitor heheheh)