Terus terang kalimat yang menjadi judul tulisan ini saya dapatkan dari sejawat Fajar Rp. Semula saya menganggap bahwa kalimat tersebut hanyalah sebuah kalimat canda sehingga saya tidak terlalu menghayatinya. Tapi rupanya, dengan kuasa dan kehendak Allah, kemarin saya mengalaminya sendiri. Sehingga, hikmahnya, saya mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya pharmaceutical care.
Begini ceritanya. Selama 3 hari berturut-turut anak saya yang terkecil, 4 tahun, suhu badannya naik turun meski sudah saya beri antipiretik. Hari ke empat saya membawa anak saya ke dokter anak yang berpraktek di rumah sakit. Setelah melalui pemeriksaan seksama, termasuk dengan pemeriksaan darah, anak saya di diagnosa terkena demam berdarah atau thypus. Singkat cerita, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, anak saya diputuskan untuk dirawat inap.
Possibly Related Posts:
- Selamat Tinggal ISFI…
- Segera Implementasikan PP 51/2009 Untuk Mencegah Tragedi Anti Filariasis Terulang!
- Siap Tidak Siap, Kita Harus Bisa !
- PP 51/2009, Let’s Do It
- Industrialisasi Apotek Makin Nyata
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker, pemerhati kefarmasian, yang terpanggil untuk memberikan kontribusi aktif dalam proses mewujudkan eksistensi profesi apoteker di Indonesia.