<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apotek Tanpa Obat</title>
	<atom:link href="http://apotekkita.com/2009/05/04/apotek-tanpa-obat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apotekkita.com/2009/05/04/apotek-tanpa-obat/</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 00:39:44 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: alimashuda</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/05/04/apotek-tanpa-obat/comment-page-1/#comment-365</link>
		<dc:creator>alimashuda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 16:39:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=688#comment-365</guid>
		<description>Hmm...., sangat sangat sangat memprihatinkan sekali Profesi kita ini.  Dukaku sungguh-sungguh sudah sangat mendendam.
Utk Sdr. Apped, saya akan coba bantu :
1. Jangan terpaku kepada siapa berstatus apa memegang apa. Jika semua pada konsisten dan konsekuen dengan ATURAN yang jelas, tidak munafik dengan profesi yang sebenarnya, maka tidak masalah. Sudah jadi rahasia umum, siapa sebenarnya yang SUKA BIKIN KACAU SUASANA.
2. Itu adalah cermin dari SPLIT PERSONALITY yang sudah karat berkarat.  Memang harus dibongkar. Tidak ada cara lain yang lebih tepat. Masalahnya siapa dan bagaimana membongkarnya. Bingung kan ? Aing oge lieur....!
3. Pengurus inti ISFI Purwakarta 100% privat non -PNS. Kita memang lebih independen, netral, dan kreatif. Kebijakan diterapkan secara adil.....tapi juga.... PENGERTIAN, SANTUN DAN BERBUDAYA DONG AH !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm&#8230;., sangat sangat sangat memprihatinkan sekali Profesi kita ini.  Dukaku sungguh-sungguh sudah sangat mendendam.<br />
Utk Sdr. Apped, saya akan coba bantu :<br />
1. Jangan terpaku kepada siapa berstatus apa memegang apa. Jika semua pada konsisten dan konsekuen dengan ATURAN yang jelas, tidak munafik dengan profesi yang sebenarnya, maka tidak masalah. Sudah jadi rahasia umum, siapa sebenarnya yang SUKA BIKIN KACAU SUASANA.<br />
2. Itu adalah cermin dari SPLIT PERSONALITY yang sudah karat berkarat.  Memang harus dibongkar. Tidak ada cara lain yang lebih tepat. Masalahnya siapa dan bagaimana membongkarnya. Bingung kan ? Aing oge lieur&#8230;.!<br />
3. Pengurus inti ISFI Purwakarta 100% privat non -PNS. Kita memang lebih independen, netral, dan kreatif. Kebijakan diterapkan secara adil&#8230;..tapi juga&#8230;. PENGERTIAN, SANTUN DAN BERBUDAYA DONG AH !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: apped</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/05/04/apotek-tanpa-obat/comment-page-1/#comment-364</link>
		<dc:creator>apped</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 13:26:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=688#comment-364</guid>
		<description>Yth Teman Sejawat, seperti yang saya ketahui jg memang banyak TO yang menjual obat secara bebas, bagi seorang profesi yang memiliki kewenangan dalam hal ini memang sangat mengiris/menyayat perasaan...

Apotek yang menjual obat tanpa resep ramai sekali di perbincangkan dan dipermasalahkan. tetapi TO dapat berjalan dengan tanpa adanya tekanan. sebagai contoh Pasar PRAMUKA dulu banyak sekali TO yang berdiri dan Makmur disana bahkan hingga saat ini, dan Informasi yang saya dengar saat ini bahwa TO yang ada di PRAMUKA telah di LABELISASI menjadi APOTEK RAKYAT. Saya pikir hal itu hanya sebagai LEGALISASI keberadaan TO disana, karena kenyataan yang saya ketahui prakteknya masih tetap sama. Dan yang lebih IRONIS-nya lagi yang saya dengar para Penanggung Jawabnya adalah Apoteker dr OKNUM PNS.

Teman sejawat, menyikapi Hal tersebut apakah perlu di buat suatu Lembaga Baru yang mamapu mengakomodir segala Aspirasi dan kepentingan bagi  tenaga Profesi. Karena menurut saya Lembaga yang ada saat ini yang mengatasnamakan Profesi tidak mampu menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

1. Apa tanggapan Teman Sejawat mengenai PNS (Apoteker ) yang menjadi PENANGGUNG JAWAB di Apotek..?

2. Bagaimana menurut Teman Sejawat mengenai para Penggurus ISFI yang melanggar peraturan yang mereka buat sendiri..?

3. Apakah bisa Para Pengurus ISFI tidak dari kalangan PNS atau Aparat Pemerintah..? (Independen) agar tidak terjadi Penyalahan Kewenangan dan Kepentingan.?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth Teman Sejawat, seperti yang saya ketahui jg memang banyak TO yang menjual obat secara bebas, bagi seorang profesi yang memiliki kewenangan dalam hal ini memang sangat mengiris/menyayat perasaan&#8230;</p>
<p>Apotek yang menjual obat tanpa resep ramai sekali di perbincangkan dan dipermasalahkan. tetapi TO dapat berjalan dengan tanpa adanya tekanan. sebagai contoh Pasar PRAMUKA dulu banyak sekali TO yang berdiri dan Makmur disana bahkan hingga saat ini, dan Informasi yang saya dengar saat ini bahwa TO yang ada di PRAMUKA telah di LABELISASI menjadi APOTEK RAKYAT. Saya pikir hal itu hanya sebagai LEGALISASI keberadaan TO disana, karena kenyataan yang saya ketahui prakteknya masih tetap sama. Dan yang lebih IRONIS-nya lagi yang saya dengar para Penanggung Jawabnya adalah Apoteker dr OKNUM PNS.</p>
<p>Teman sejawat, menyikapi Hal tersebut apakah perlu di buat suatu Lembaga Baru yang mamapu mengakomodir segala Aspirasi dan kepentingan bagi  tenaga Profesi. Karena menurut saya Lembaga yang ada saat ini yang mengatasnamakan Profesi tidak mampu menyelesaikan segala permasalahan yang ada.</p>
<p>1. Apa tanggapan Teman Sejawat mengenai PNS (Apoteker ) yang menjadi PENANGGUNG JAWAB di Apotek..?</p>
<p>2. Bagaimana menurut Teman Sejawat mengenai para Penggurus ISFI yang melanggar peraturan yang mereka buat sendiri..?</p>
<p>3. Apakah bisa Para Pengurus ISFI tidak dari kalangan PNS atau Aparat Pemerintah..? (Independen) agar tidak terjadi Penyalahan Kewenangan dan Kepentingan.?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudhi_Calcio</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/05/04/apotek-tanpa-obat/comment-page-1/#comment-363</link>
		<dc:creator>Yudhi_Calcio</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 12:53:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=688#comment-363</guid>
		<description>membaca tulisan and comment pertama saya selaku apoteker baru merasa prihati dengan masalah yang di angkat di atas... huh..

menurut saya sistem kesehatan kita yang perlu diubah menjadi lebih baik... coba lah kita lihat sistem kesehatan negara berkembang ataupun negara maju..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>membaca tulisan and comment pertama saya selaku apoteker baru merasa prihati dengan masalah yang di angkat di atas&#8230; huh..</p>
<p>menurut saya sistem kesehatan kita yang perlu diubah menjadi lebih baik&#8230; coba lah kita lihat sistem kesehatan negara berkembang ataupun negara maju..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ferdibabd_psrb</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/05/04/apotek-tanpa-obat/comment-page-1/#comment-362</link>
		<dc:creator>ferdibabd_psrb</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 02:40:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=688#comment-362</guid>
		<description>Mendengar Toko Obat, dalam benak saya adalah harga murah...
Kenapa Toko Obat lebih terkenal dan lebih laku di Indonesia, mereka selalu memenuhi keinginan mendasar dari konsumen &#039;HARGA MURAH&#039; (kualitas belakangan).
Sekarang kita telusuri, bagaimana harga obat bisa murah, dan dari mana mereka mendapatkan obat, bahkan BISA MENJUAL OBAT RESEP DENGAN BEBAS DAN HARGANYA MIRING.
Tetapi jangan berkecil hati dulu, sekarang banyak juga APOTEK DENGAN HARGA TOKO OBAT.
Sekarang saya akan membahas dari mana mereka mereka bisa dapat barang (obat).
1. Toko Obat menjual Obat Resep dengan harga Miring
Pengalaman saya, pernah ada pasien membeli Obat A kepada saya dengan harga jual Rp.33.000, dan pasien protes barusan saya beli di TO harganya Rp.25.000, setelah saya telusuri dan melihat obat yang dia dapat dari TO, ternyata Potongan-potongan, dan ED nya tidak kelihatan lagi.
Saya terus menerangkan kepada pasien bahwa apa perbedaan obat saya dengan TO, saya katakan bahwa obat yang dibelinya sudah ED dan EDnya dipotong, kalau dipasaran gelap dijual hanya 1500, TO menjual dengan harga 2500, tanggapan pasien sangat gembira dan mengembalikan lagi obatnya ke TO.
Kalau kita bicara apa adanya dan buka-bukaan, TO mendapatkan barang dari Pasar Pramuka dan Jatinegara, sehingga harganya bisa murah, bahkan yang potongan bisa menjadi &#039;kebanting&#039; harganya, dari 33.000 menjadi 15.000, sebenarnya sangatlah mudah menelusuri ini.
2.TO melakukan Pharmaceutical Care
Saya terkadang iri lihat TO, kenapa kalau mereka jual obat tanpa resep, tidak ada yang protes, tetapi apotek diprotes habis, BAHKAN ADA DOKTER YANG BELI OBAT DARI TOKO OBAT (50 % pembeli obat di Pramuka adalah dokter, perawat, bidan dll).

Jadi kita sebagai apoteker punya tugas yang mulia, memberikan pendidikan yang baik kepada pasien, agar tidak beli obat resep dokter dari TO, dan banyak cara untuk meyakinkan itu, karena mereka sebenarnya sudah dirugikan.
Pharmaceutical Care adalah keharusan bagi apotek, banyak pasien yang sudah saya bukakan pikirannya, dan saya terangkan bagaimana harga TO bisa lebih murah.....Mereka banyak yang beralih (disamping saya 5 ruko ada TO),.
Saya kasih pilihan beli OBAT MURAH tetapi POTONGAN dan tidak jelas asalnya, ATAU BELI OBAT APOTEK MAHAL DIKIT TAPI PATEN..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar Toko Obat, dalam benak saya adalah harga murah&#8230;<br />
Kenapa Toko Obat lebih terkenal dan lebih laku di Indonesia, mereka selalu memenuhi keinginan mendasar dari konsumen &#8216;HARGA MURAH&#8217; (kualitas belakangan).<br />
Sekarang kita telusuri, bagaimana harga obat bisa murah, dan dari mana mereka mendapatkan obat, bahkan BISA MENJUAL OBAT RESEP DENGAN BEBAS DAN HARGANYA MIRING.<br />
Tetapi jangan berkecil hati dulu, sekarang banyak juga APOTEK DENGAN HARGA TOKO OBAT.<br />
Sekarang saya akan membahas dari mana mereka mereka bisa dapat barang (obat).<br />
1. Toko Obat menjual Obat Resep dengan harga Miring<br />
Pengalaman saya, pernah ada pasien membeli Obat A kepada saya dengan harga jual Rp.33.000, dan pasien protes barusan saya beli di TO harganya Rp.25.000, setelah saya telusuri dan melihat obat yang dia dapat dari TO, ternyata Potongan-potongan, dan ED nya tidak kelihatan lagi.<br />
Saya terus menerangkan kepada pasien bahwa apa perbedaan obat saya dengan TO, saya katakan bahwa obat yang dibelinya sudah ED dan EDnya dipotong, kalau dipasaran gelap dijual hanya 1500, TO menjual dengan harga 2500, tanggapan pasien sangat gembira dan mengembalikan lagi obatnya ke TO.<br />
Kalau kita bicara apa adanya dan buka-bukaan, TO mendapatkan barang dari Pasar Pramuka dan Jatinegara, sehingga harganya bisa murah, bahkan yang potongan bisa menjadi &#8216;kebanting&#8217; harganya, dari 33.000 menjadi 15.000, sebenarnya sangatlah mudah menelusuri ini.<br />
2.TO melakukan Pharmaceutical Care<br />
Saya terkadang iri lihat TO, kenapa kalau mereka jual obat tanpa resep, tidak ada yang protes, tetapi apotek diprotes habis, BAHKAN ADA DOKTER YANG BELI OBAT DARI TOKO OBAT (50 % pembeli obat di Pramuka adalah dokter, perawat, bidan dll).</p>
<p>Jadi kita sebagai apoteker punya tugas yang mulia, memberikan pendidikan yang baik kepada pasien, agar tidak beli obat resep dokter dari TO, dan banyak cara untuk meyakinkan itu, karena mereka sebenarnya sudah dirugikan.<br />
Pharmaceutical Care adalah keharusan bagi apotek, banyak pasien yang sudah saya bukakan pikirannya, dan saya terangkan bagaimana harga TO bisa lebih murah&#8230;..Mereka banyak yang beralih (disamping saya 5 ruko ada TO),.<br />
Saya kasih pilihan beli OBAT MURAH tetapi POTONGAN dan tidak jelas asalnya, ATAU BELI OBAT APOTEK MAHAL DIKIT TAPI PATEN..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

