<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Semestinya Kita Tahu, Apotek Bukan Toko Obat&#8230;</title>
	<atom:link href="http://apotekkita.com/2009/07/09/semestinya-kita-tahu-apotek-bukan-toko-obat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apotekkita.com/2009/07/09/semestinya-kita-tahu-apotek-bukan-toko-obat/</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 00:39:44 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ritz</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/07/09/semestinya-kita-tahu-apotek-bukan-toko-obat/comment-page-1/#comment-373</link>
		<dc:creator>ritz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 18:26:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=720#comment-373</guid>
		<description>saya sangat setuju dengan saudara alimashuda,saya hanya berharap apoteker indonesia semkin maju,sobat salam pertemanan dari saya


ritz
http://butikupalace.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat setuju dengan saudara alimashuda,saya hanya berharap apoteker indonesia semkin maju,sobat salam pertemanan dari saya</p>
<p>ritz<br />
<a href="http://butikupalace.blogspot.com" rel="nofollow">http://butikupalace.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erna_palopo</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/07/09/semestinya-kita-tahu-apotek-bukan-toko-obat/comment-page-1/#comment-372</link>
		<dc:creator>erna_palopo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 00:51:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=720#comment-372</guid>
		<description>Setuju sekali TS Fajar
Apoteker harus bisa memberi warna yang lebih, kalo sudah d kenal maka kuyakin dimanapun kita pasti di cari.
ini sdh kubuktikan sendiri dengan modal pas2an,tempat dan obat seadanya tp dengan mengedepankan informasi akhirnya,Alhamdulillah.............
jadi PD tampil di depan meski masih membuka buku di depan pasien tdk masalah.
banyak yg datang bertanya tentang keluhannya dan nir obat kadang menjadi pilihan yg tepat.
Buktikan bahwa Profesi kita ada untuk memberikan solusi .............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju sekali TS Fajar<br />
Apoteker harus bisa memberi warna yang lebih, kalo sudah d kenal maka kuyakin dimanapun kita pasti di cari.<br />
ini sdh kubuktikan sendiri dengan modal pas2an,tempat dan obat seadanya tp dengan mengedepankan informasi akhirnya,Alhamdulillah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
jadi PD tampil di depan meski masih membuka buku di depan pasien tdk masalah.<br />
banyak yg datang bertanya tentang keluhannya dan nir obat kadang menjadi pilihan yg tepat.<br />
Buktikan bahwa Profesi kita ada untuk memberikan solusi &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alimashuda</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/07/09/semestinya-kita-tahu-apotek-bukan-toko-obat/comment-page-1/#comment-371</link>
		<dc:creator>alimashuda</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 02:11:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=720#comment-371</guid>
		<description>Agar REVOLUSI PELAYANAN FARMASI terjadi, mari kita berani merubah :
1. Tataruang Apotek. Apoteker memiliki R. Konseling di depan, dekat R. Tunggu Pasien.
2. a. Mekanisme Pelayanan Resep/Obat Keras; dimana R/ harus di-SKRINING lbh dulu o Aptoteker sebelum dilayani oleh AA/Petugas Pelaksana Teknis.
2. b. Sikap profesional kita menghadapi pasien dengan memanggilnya ke R. Konsultasi
3. Mendokumentasi hasil komunikasi bersama pasien ke dalam PMR (patient medications record), menganalisa dan mendiskusikannya dengan mereka yang terkait (pasien, dokter, dll) untuk follow up berikutnya. Bila perlu lanjutkan ke Home Care.

Bila Apoteker mampu dan bersedia melakukannya dengan konsisten, betanggung jawab dan SUKA HATI maka segala bentuk kecemasan, kegundahan, kegelisahan, rasa bersalah, kebingungan, tak tahu arah dst akan TEROBATI. Kita akan menjadi lebih bersemangat karena ternyata BEGITU BANYAK orang/pasien YANG MERINDUKAN APOTEKER.

Percayalah !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Agar REVOLUSI PELAYANAN FARMASI terjadi, mari kita berani merubah :<br />
1. Tataruang Apotek. Apoteker memiliki R. Konseling di depan, dekat R. Tunggu Pasien.<br />
2. a. Mekanisme Pelayanan Resep/Obat Keras; dimana R/ harus di-SKRINING lbh dulu o Aptoteker sebelum dilayani oleh AA/Petugas Pelaksana Teknis.<br />
2. b. Sikap profesional kita menghadapi pasien dengan memanggilnya ke R. Konsultasi<br />
3. Mendokumentasi hasil komunikasi bersama pasien ke dalam PMR (patient medications record), menganalisa dan mendiskusikannya dengan mereka yang terkait (pasien, dokter, dll) untuk follow up berikutnya. Bila perlu lanjutkan ke Home Care.</p>
<p>Bila Apoteker mampu dan bersedia melakukannya dengan konsisten, betanggung jawab dan SUKA HATI maka segala bentuk kecemasan, kegundahan, kegelisahan, rasa bersalah, kebingungan, tak tahu arah dst akan TEROBATI. Kita akan menjadi lebih bersemangat karena ternyata BEGITU BANYAK orang/pasien YANG MERINDUKAN APOTEKER.</p>
<p>Percayalah !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alimashuda</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/07/09/semestinya-kita-tahu-apotek-bukan-toko-obat/comment-page-1/#comment-370</link>
		<dc:creator>alimashuda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 16:10:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=720#comment-370</guid>
		<description>Apotek memang bukan TOKO OBAT. Makanya kita harus mampu memberi bukti kepada Publik dan aturan yang tegas dan jelas baik atas PSA-nya, Apotekernya, Obatnya dan Mekanisme Layanannya. Seorang individu Apoteker tidak cukup mampu mengatur peran dominatif PSA, maka ISFI harus terjun di dalamnya dalam bentuk Ketentuan dan Syarat diperolehnya Rekomendasi secara jelas dan mengikat.
Maka, lihatlah, Apoteker akan beroleh kesejahteraan dan jati dirinya.
Jika tidak ? JANGAN BERHARAP BANYAK !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apotek memang bukan TOKO OBAT. Makanya kita harus mampu memberi bukti kepada Publik dan aturan yang tegas dan jelas baik atas PSA-nya, Apotekernya, Obatnya dan Mekanisme Layanannya. Seorang individu Apoteker tidak cukup mampu mengatur peran dominatif PSA, maka ISFI harus terjun di dalamnya dalam bentuk Ketentuan dan Syarat diperolehnya Rekomendasi secara jelas dan mengikat.<br />
Maka, lihatlah, Apoteker akan beroleh kesejahteraan dan jati dirinya.<br />
Jika tidak ? JANGAN BERHARAP BANYAK !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

