Archive for August, 2009

Sudah Saatnya “Values” Sebagai Strategi Bersaing Apotek(er)

Persaingan antar apotek saat ini semakin ketat. Meski sejatinya merupakan tempat pengabdian profesi, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa persaingan yang ada tidak ubahnya dengan persaingan yang terjadi pada usaha dagang. Saking ganasnya persaingan, tidak jarang pola persaingan yang terjadi menjurus ke win-lose situation karena kiblatnya adalah killing for survival.

Situasi saling membunuh terjadi karena rata-rata apotek masih menerapkan cara pemasaran yang konvensional. Mereka pada umumnya mengandalkan rational intelligent: produk bagus dan harga murah. Konsumen dibiasakan memilih apotek berdasarkan tinggi-rendahnya harga obat yang dijual. Pada level ini pasien atau konsumen sangat mudah berpindah bila ada perbedaan harga. Dalam dunia pemasaran cara ini dikenal juga dengan istilah marketing 1.0.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apakah Apoteker di Apotek Under Valued ?

Bicara tentang standar pendapatan bagi apoteker yang berpraktek di apotek layaknya bicara mengenai kondisi ideal bangsa Indonesia, yakni masyarakat yang adil dan makmur. Meski negara kita sudah merdeka lebih dari setengah abad namun baru segelintir anggota masyarakat yang bisa merasakan kondisi adil dan makmur. Begitu juga dengan para apoteker di apotek. Mungkin mereka yang tergolong senior sudah merasakannya, tapi tidak demikian bagi para yunior.

Berbagai upaya telah dan terus dicoba untuk memformulasikan standar pendapatan apoteker di apotek, namun rupanya belum bisa menjawab tuntas beragam pertanyaan yang ada. Memang harus disadari bahwa kondisi apotek sangat beragam, sehingga secara langsung membawa konsekuensi beragam pula variabel yang melekat padanya. Saya tidak tahu kebenarannya, tapi saya pernah mendapat pesan melalui facebook katanya ada apoteker yang bersedia diberi honor jauh dibawah Upah Minimum Provinsi perbulan asalkan tidak perlu datang ke apotek alias tekab. Keterlaluan !

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Pharmaceutical Care Sarana Menciptakan Nilai

Dalam kegiatan yang bersifat ekonomis pertambahan nilai (value added) adalah perubahan yang dialami oleh produk atau jasa karena proses penciptaan nilai (value creation). Pertambahan nilai bisa berasal dari perubahan bentuk karena proses produksi atau perubahan tempat/lokasi karena proses distribusi. Bentuk ekonomis dari pertambahan nilai tercermin pada selisih harga jual dengan harga perolehan.

Pertambahan nilai berkorelasi dengan keunikan, perbedaan dan ciri khas sebuah produk atau jasa dibandingkan dengan pesaingnya. Produk atau jasa yang berbeda bermakna dengan pesaingnya berkesempatan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang besar. Oleh karenanya wajar bila tantangan terbesar bagi pelaku ekonomi adalah bagaimana menciptakan nilai agar tercipta perbedaan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang maksimal.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Industrialisasi Apotek Makin Nyata

Sewaktu industri farmasi belum berkembang seperti sekarang, produksi obat tertentu masih dimungkinkan dilakukan di apotek. Proses pembuatannya dilakukan dalam skala kecil, terbatas untuk mencukupi kebutuhan masyarakat disekitar apotek. Pada saat itu seni meracik masih dominan dan standarisasi proses masih terbatas, sehingga sangat mungkin kualitasnya bervariasi dari batch satu ke batch yang lain.

Seiring dengan bertumbuhnya demand serta meningkatnya kesadaran tentang kualitas, proses produksi obat dipersyaratkan harus memenuhi standar GMP. Perlahan tapi pasti terjadi proses industrialisasi. Saat ini produksi obat dilakukan sepenuhnya oleh produsen. Obat dipoduksi secara massal. Standarisasi proses produksi ditetapkan. Terjadi peningkatan kualitas maupun kuantitas. Konsumen langsung merasakan manfaatnya baik dari sisi pasokan maupun harga.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: