<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pharmaceutical Care Sarana Menciptakan Nilai</title>
	<atom:link href="http://apotekkita.com/2009/08/03/phramaceutical-care-sarana-menciptakan-nilai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apotekkita.com/2009/08/03/phramaceutical-care-sarana-menciptakan-nilai/</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 00:39:44 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: mulyadi</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/03/phramaceutical-care-sarana-menciptakan-nilai/comment-page-1/#comment-1486</link>
		<dc:creator>mulyadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 15:36:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=162#comment-1486</guid>
		<description>boleh2 aja anda nyatakan pharmaceutical care adalah &quot;tools&quot;nya apoteker untuk memberikan nilai tambah, namun saya sih kurang setuju .. betapa tidak, dg pharmaceutical care kita seolah mau bilang kalo Pharmaceutical (obat) adalah segalanya untuk menyehatkan kembali tubuh yang kesakitan pdhl kata kuncinya adalah PERUBAHAN POLA HIDUP, kembali kepada rancangan tubuh yang ALLAH ciptakan .. karena kesakitan sepenuhnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat (infective diseases) dan perusakan daya tahan tubuh karena gaya hidup yang suka-suka (degenerative disease) yang tidak sesuai thd rancangan ALLAH (genetic/genomics).
Jadi kalau kita mau peran apoteker dikedepankan, BUKAN pharmaceutical care yg menjadi &quot;tools&quot; pemberi nilai tambah tapi PHARMACIST-CARE, atau asuhan dari apotekernya ..
salam ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>boleh2 aja anda nyatakan pharmaceutical care adalah &#8220;tools&#8221;nya apoteker untuk memberikan nilai tambah, namun saya sih kurang setuju .. betapa tidak, dg pharmaceutical care kita seolah mau bilang kalo Pharmaceutical (obat) adalah segalanya untuk menyehatkan kembali tubuh yang kesakitan pdhl kata kuncinya adalah PERUBAHAN POLA HIDUP, kembali kepada rancangan tubuh yang ALLAH ciptakan .. karena kesakitan sepenuhnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat (infective diseases) dan perusakan daya tahan tubuh karena gaya hidup yang suka-suka (degenerative disease) yang tidak sesuai thd rancangan ALLAH (genetic/genomics).<br />
Jadi kalau kita mau peran apoteker dikedepankan, BUKAN pharmaceutical care yg menjadi &#8220;tools&#8221; pemberi nilai tambah tapi PHARMACIST-CARE, atau asuhan dari apotekernya ..<br />
salam &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Firdha</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/03/phramaceutical-care-sarana-menciptakan-nilai/comment-page-1/#comment-460</link>
		<dc:creator>Firdha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 14:04:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=162#comment-460</guid>
		<description>betulll,, saya setuju! 
&quot;No Pharmacist No Narcist&quot; . . . . eh keliru, &quot;No Pharmacist No Service&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betulll,, saya setuju!<br />
&#8220;No Pharmacist No Narcist&#8221; . . . . eh keliru, &#8220;No Pharmacist No Service&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agunghendroprabowo</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/03/phramaceutical-care-sarana-menciptakan-nilai/comment-page-1/#comment-379</link>
		<dc:creator>agunghendroprabowo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 17:59:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=162#comment-379</guid>
		<description>masyarakat sekarang udah mulai pandai utamanya dalam hal menentukan pilihan apotek mana yang akan dikunjungi.
bahkan ada banyak orang yang meminta pengen ketemu dengan apotekernya untuk berkonsultasi mengenai obat dan pengobatan.
dan ini betul2 terjadi di apotek saya.
dan menurut pengamatan dan hal yang saya temui, pada prinsipnya, mereka tidak keberatan bila di cass biaya fee profesi sebagai imbal balik atas informasi yang mereka butuhkan. dan sesungguhnya masyarakat amat memerlukan itu.
dan ketika seorang APOTEKER dapat menjadi &quot;ROH&quot; sebuah apotek. Saya yakin apotek akan tetap eksis meski tanpa resep.
dan hal itu sudah SAYA BUKTIKAN.
karena dilingkungan saya gak ada dokter yang dak dispensing.
Mereka &quot;BISA&quot;
Apalagi kita...,
PRINSIP SAYA   &quot;NO PHARMACIST NO SERVICE&quot;
JUST DO IT dan YOU WILL SEE THE AMAZING</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masyarakat sekarang udah mulai pandai utamanya dalam hal menentukan pilihan apotek mana yang akan dikunjungi.<br />
bahkan ada banyak orang yang meminta pengen ketemu dengan apotekernya untuk berkonsultasi mengenai obat dan pengobatan.<br />
dan ini betul2 terjadi di apotek saya.<br />
dan menurut pengamatan dan hal yang saya temui, pada prinsipnya, mereka tidak keberatan bila di cass biaya fee profesi sebagai imbal balik atas informasi yang mereka butuhkan. dan sesungguhnya masyarakat amat memerlukan itu.<br />
dan ketika seorang APOTEKER dapat menjadi &#8220;ROH&#8221; sebuah apotek. Saya yakin apotek akan tetap eksis meski tanpa resep.<br />
dan hal itu sudah SAYA BUKTIKAN.<br />
karena dilingkungan saya gak ada dokter yang dak dispensing.<br />
Mereka &#8220;BISA&#8221;<br />
Apalagi kita&#8230;,<br />
PRINSIP SAYA   &#8220;NO PHARMACIST NO SERVICE&#8221;<br />
JUST DO IT dan YOU WILL SEE THE AMAZING</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: opik.taufik</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/03/phramaceutical-care-sarana-menciptakan-nilai/comment-page-1/#comment-378</link>
		<dc:creator>opik.taufik</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 08:46:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=162#comment-378</guid>
		<description>hmm terdengar teoritis, menarik sekali kalo hitung2an normal seperti itu. Tapi bila di lapangan, kenyataannya tidaklah sesuai teori seperti itu sobat. HNA itu tanpa PPN 10% jadi margin apotek tidaklah dihitung mulai dari HNA nya. Lalu, hukum pasar pun berjalan, sehingga tidak mungkin kita menjual barang dengan harga HET, beda2 dikitlah boleh tapi kalo pasang harga HET yang tertulis di kemasan, dijamin pasti kemahalan. coz banyak apotek memulai margin setelah dipotong diskon, dan diskon tergantung PBF dan volume pembelian, diskon bervariasi dari 2.5% sampai 60% dari HNA bahkan lebih.

Tapi saya setuju, pharmaceutical bisa menambah nilai, tapi bukan pertambahan dari nilai obat yang dinaikan menjadi HET. Nilai tambah bisa diperoleh dari kompetensi apoteker yang berkreasi di apoteknya untuk menyelenggarakan asuhan farmasi, diantaranya KIE, seperti yang dijabarkan penulis artikel diatas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm terdengar teoritis, menarik sekali kalo hitung2an normal seperti itu. Tapi bila di lapangan, kenyataannya tidaklah sesuai teori seperti itu sobat. HNA itu tanpa PPN 10% jadi margin apotek tidaklah dihitung mulai dari HNA nya. Lalu, hukum pasar pun berjalan, sehingga tidak mungkin kita menjual barang dengan harga HET, beda2 dikitlah boleh tapi kalo pasang harga HET yang tertulis di kemasan, dijamin pasti kemahalan. coz banyak apotek memulai margin setelah dipotong diskon, dan diskon tergantung PBF dan volume pembelian, diskon bervariasi dari 2.5% sampai 60% dari HNA bahkan lebih.</p>
<p>Tapi saya setuju, pharmaceutical bisa menambah nilai, tapi bukan pertambahan dari nilai obat yang dinaikan menjadi HET. Nilai tambah bisa diperoleh dari kompetensi apoteker yang berkreasi di apoteknya untuk menyelenggarakan asuhan farmasi, diantaranya KIE, seperti yang dijabarkan penulis artikel diatas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ritz</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/03/phramaceutical-care-sarana-menciptakan-nilai/comment-page-1/#comment-377</link>
		<dc:creator>ritz</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 06:33:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=162#comment-377</guid>
		<description>sangat menarik sekali sobat,apalagi dengan kutipan anda ini_

 &quot; Kalau selama ini tanpa adanya KIE, apotek mengambil margin kotor 20% - 25%, maka dengan tambahan KIE apotek dapat menaikkan marginnya sampai dengan 33,3%. Selisih margin tersebut bisa dianggap sebagai fee konsultasi, dan karenanya menjadi hak apoteker &quot;

menurut saya sudah sepatutnya kita menerapkan metode ini

walaupun saya belum menyandang gelar apoteker karena study saya belum slse,dengan adanya informasi yang bermanfaat di site ini menjadikan saya menjadi lebih giat lagi untuk memperolehnya,dan saya bangga dengan para apoteker indonesia,peace INDONESIA KU,smg tetap maju dengan adanya peran apoteker

salam,ritz

http://butikupalace.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangat menarik sekali sobat,apalagi dengan kutipan anda ini_</p>
<p> &#8221; Kalau selama ini tanpa adanya KIE, apotek mengambil margin kotor 20% &#8211; 25%, maka dengan tambahan KIE apotek dapat menaikkan marginnya sampai dengan 33,3%. Selisih margin tersebut bisa dianggap sebagai fee konsultasi, dan karenanya menjadi hak apoteker &#8221;</p>
<p>menurut saya sudah sepatutnya kita menerapkan metode ini</p>
<p>walaupun saya belum menyandang gelar apoteker karena study saya belum slse,dengan adanya informasi yang bermanfaat di site ini menjadikan saya menjadi lebih giat lagi untuk memperolehnya,dan saya bangga dengan para apoteker indonesia,peace INDONESIA KU,smg tetap maju dengan adanya peran apoteker</p>
<p>salam,ritz</p>
<p><a href="http://butikupalace.blogspot.com" rel="nofollow">http://butikupalace.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

