<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apakah Apoteker di Apotek Under Valued ?</title>
	<atom:link href="http://apotekkita.com/2009/08/18/apakah-apoteker-di-apotek-undervalued/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apotekkita.com/2009/08/18/apakah-apoteker-di-apotek-undervalued/</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 00:39:44 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: theresia permadi</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/18/apakah-apoteker-di-apotek-undervalued/comment-page-1/#comment-14203</link>
		<dc:creator>theresia permadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 15:30:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=515#comment-14203</guid>
		<description>Saya berada disuatu daerah (wilayah) dimana ada 7 apotek biasa, apotek milik dokter &amp;   beberapa apotek rakyat/sederhana.Diantara apotek2 ini hanya ada satu apotek yang apotekernya hadir selama jam buka apotek.
Jadi saya agak heran juga apakah daerah saya ini keterlaluan karena dari komentar diatas kesan saya apoteker2 selalu hadir diapotek. Kapan IAI mengadakan survey berapa banyak apotek yang hadir diapotek dan bagaimana job-description-nya sehingga kita tidak bicara berdasarkan sample dari beberapa apotek. Saya sering bertanya kalau mengunjungi apotek rantai yang keren2 itu apa apoteker yang namanya tercantum sebagai apoteker pengelola ada ditempat bisa dihubungi tetapi umumnya jawabannya tidak ada ditempat. Yang bertugas ada mahasiswa senior fakultas farmasi. Bagaimana ya?.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya berada disuatu daerah (wilayah) dimana ada 7 apotek biasa, apotek milik dokter &amp;   beberapa apotek rakyat/sederhana.Diantara apotek2 ini hanya ada satu apotek yang apotekernya hadir selama jam buka apotek.<br />
Jadi saya agak heran juga apakah daerah saya ini keterlaluan karena dari komentar diatas kesan saya apoteker2 selalu hadir diapotek. Kapan IAI mengadakan survey berapa banyak apotek yang hadir diapotek dan bagaimana job-description-nya sehingga kita tidak bicara berdasarkan sample dari beberapa apotek. Saya sering bertanya kalau mengunjungi apotek rantai yang keren2 itu apa apoteker yang namanya tercantum sebagai apoteker pengelola ada ditempat bisa dihubungi tetapi umumnya jawabannya tidak ada ditempat. Yang bertugas ada mahasiswa senior fakultas farmasi. Bagaimana ya?.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: theresia permadi</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/18/apakah-apoteker-di-apotek-undervalued/comment-page-1/#comment-14204</link>
		<dc:creator>theresia permadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 15:30:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=515#comment-14204</guid>
		<description>Saya berada disuatu daerah (wilayah) dimana ada 7 apotek biasa, apotek milik dokter &amp;   beberapa apotek rakyat/sederhana.Diantara apotek2 ini hanya ada satu apotek yang apotekernya hadir selama jam buka apotek.
Jadi saya agak heran juga apakah daerah saya ini keterlaluan karena dari komentar diatas kesan saya apoteker2 selalu hadir diapotek. Kapan IAI mengadakan survey berapa banyak apotek yang hadir diapotek dan bagaimana job-description-nya sehingga kita tidak bicara berdasarkan sample dari beberapa apotek. Saya sering bertanya kalau mengunjungi apotek rantai yang keren2 itu apa apoteker yang namanya tercantum sebagai apoteker pengelola ada ditempat bisa dihubungi tetapi umumnya jawabannya tidak ada ditempat. Yang bertugas ada mahasiswa senior fakultas farmasi. Bagaimana ya?.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya berada disuatu daerah (wilayah) dimana ada 7 apotek biasa, apotek milik dokter &amp;   beberapa apotek rakyat/sederhana.Diantara apotek2 ini hanya ada satu apotek yang apotekernya hadir selama jam buka apotek.<br />
Jadi saya agak heran juga apakah daerah saya ini keterlaluan karena dari komentar diatas kesan saya apoteker2 selalu hadir diapotek. Kapan IAI mengadakan survey berapa banyak apotek yang hadir diapotek dan bagaimana job-description-nya sehingga kita tidak bicara berdasarkan sample dari beberapa apotek. Saya sering bertanya kalau mengunjungi apotek rantai yang keren2 itu apa apoteker yang namanya tercantum sebagai apoteker pengelola ada ditempat bisa dihubungi tetapi umumnya jawabannya tidak ada ditempat. Yang bertugas ada mahasiswa senior fakultas farmasi. Bagaimana ya?.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fachmi</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/18/apakah-apoteker-di-apotek-undervalued/comment-page-1/#comment-10182</link>
		<dc:creator>Fachmi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 07:23:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=515#comment-10182</guid>
		<description>huufft....saya bersyukur karena ternyata masih banyak apoteker2 yang patient oriented ketimbang money oriented.
Memang seharusnya apotek adalah rumah kita yang selalu kita jaga dan layani setiap tamu yang datang.
Saya amat sangat setuju dengan pak agung hendro bahwa value yang sebenarny adalah melihat kepuasan customer kita atas pelayanan kesehatan yang telah kita berikan
Semoga Apoteker di Indonesia benar2 dapat menjalankan dan mengabdikan profesinya sebagaimana mestinya
Hiduup Apotker..!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>huufft&#8230;.saya bersyukur karena ternyata masih banyak apoteker2 yang patient oriented ketimbang money oriented.<br />
Memang seharusnya apotek adalah rumah kita yang selalu kita jaga dan layani setiap tamu yang datang.<br />
Saya amat sangat setuju dengan pak agung hendro bahwa value yang sebenarny adalah melihat kepuasan customer kita atas pelayanan kesehatan yang telah kita berikan<br />
Semoga Apoteker di Indonesia benar2 dapat menjalankan dan mengabdikan profesinya sebagaimana mestinya<br />
Hiduup Apotker..!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elvi silvia ssi.apt</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/18/apakah-apoteker-di-apotek-undervalued/comment-page-1/#comment-1033</link>
		<dc:creator>elvi silvia ssi.apt</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 04:07:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=515#comment-1033</guid>
		<description>ayo apoteker, sdh saatnya kita jd boss di apotek kita sendiri, jgn mau jd orang gajian. Aktualisasikan diri kita di apotek maka kita akan pede, inilah saya apoteker...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ayo apoteker, sdh saatnya kita jd boss di apotek kita sendiri, jgn mau jd orang gajian. Aktualisasikan diri kita di apotek maka kita akan pede, inilah saya apoteker&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budiarto</title>
		<link>http://apotekkita.com/2009/08/18/apakah-apoteker-di-apotek-undervalued/comment-page-1/#comment-386</link>
		<dc:creator>budiarto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 18:23:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.apotekkita.com/?p=515#comment-386</guid>
		<description>seharusnya seorang apoteker mendapatkan honor berasal dari pekrjaan profesinya . Saya tidak setuju seorang apoteker memperoleh pendapatan dari keuntungan menjual obat ,hal ini justru akan merendahkan profesi apoteker. Profesi apoteker harus bisa mendifinisikan wilayanh kompetensi profesinya ,misalnya membuat salp ,puyer ,syr dll. kalau apoteker mendapatkan honor profesi dari penjualan obat ,maka akan membebani masyarakat. Sudah menjadi rahasia umum bahw apotek menyumbang 30-40% kemahalan harga obat ,kalau begini sama saja dengan dokter yang kolusi dengan obat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seharusnya seorang apoteker mendapatkan honor berasal dari pekrjaan profesinya . Saya tidak setuju seorang apoteker memperoleh pendapatan dari keuntungan menjual obat ,hal ini justru akan merendahkan profesi apoteker. Profesi apoteker harus bisa mendifinisikan wilayanh kompetensi profesinya ,misalnya membuat salp ,puyer ,syr dll. kalau apoteker mendapatkan honor profesi dari penjualan obat ,maka akan membebani masyarakat. Sudah menjadi rahasia umum bahw apotek menyumbang 30-40% kemahalan harga obat ,kalau begini sama saja dengan dokter yang kolusi dengan obat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

