Archive for the ‘ Resonansi ’ Category

Selamat Tinggal ISFI…

Mulai besok, Senin 7 Desember 2009, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) akan menyelenggarakan kegiatan rutin 4 tahunan yaitu kongres nasional. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama yang diselenggarakan 4 tahun yang lalu di Bali. Materi utama yang akan dibahas adalah pembahasan program kerja 4 tahun kedepan, penyempurnaan AD/ART dan hal-hal yang terkait dengan keluarnya PP 51/2009 serta UU 36/2009.

Salah satu materi yang akan dibahas dalam penyempurnaan AD/ART adalah perubahan nama organisasi. Dengan keluarnya 2 produk hukum diatas, maka nama ISFI tidak lagi tepat sebagai wadah berkumpulnya para apoteker, karena di PP 51/2009  disebutkan bahwa apoteker adalah satu-satunya profesi yang berwenang melakukan praktek kefarmasian. Sedangkan sarjana farmasi adalah salah satu tenaga teknis kefarmasian yang membantu praktek apoteker.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Artikel ini ditulis oleh sejawat Aluwi Nirwana Sani

Kematian 9 penduduk dan dirawatnya sekitar 579 orang (Kompas.Com 17/11) di beberapa kecamatan kabupaten Bandung sangat memprihatinkan kita semua dan ini merupakan sebuah kecelakaan yang tidak boleh terulang lagi. Kasus ini memerlukan pengkajian yang menyeluruh dan tindakan yang nyata dari pimpinan pusat dan daerah, bukan sekedar pernyataan.

Dalam penyataannya yang bersifat normatif, Menkes justru menyalahkan tragedi ini kepada korban. Menkes menyatakan (ANTARA NEWS 17/110) bahwa tragedi ini terjadi bukan karena obat anti-filariasis, akan tetapi karena pasien mempunyai penyakit lain. Pernyataan ini sangat tidak membangun karena selain fakta yang sangat jelas, dimana banyak sekali korban yang jatuh pada saat yang bersamaan dan terjadi di daerah tertentu. Kondisi ini memberi sinyal, pasti ada yang tidak benar dan memerlukan perhatian serius.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Siap Tidak Siap, Kita Harus Bisa !

Latar belakang saya membuat blog ini, 23 bulan yang lalu, adalah untuk “menyosialisasikan secara dini” Peraturan Pemerintah tentang Pekerjaan Kefarmasian yang kala itu masih berupa rancangan. Bila lupa, sebagai pengingat, silahkan sejawat klik halaman ini.

Sekarang, PP yang kita tunggu-tunggu itu telah lahir dan bernama PP No 51/2009. Bahkan kelahiran PP tersebut sekaligus juga bertepatan dengan disyahkannya revisi UU Kesehatan dimana kata Pekerjaan Kefarmasian diganti menjadi Praktik Kefarmasian.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


PP 51/2009, Let’s Do It

Hari ini tepat sebulan yang lalu Pemerintah secara resmi telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Bagi kita, para apoteker Indonesia, lahirnya PP tersebut benar-benar bernilai strategis karena secara spesifik pekerjaan kefarmasian dan ketentuan pelaksanaannya secara legal formal telah ditetapkan.

Dalam PP No 51 Tahun 2009 pekerjaan kefarmasian didefinisikan sebagai pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Industrialisasi Apotek Makin Nyata

Sewaktu industri farmasi belum berkembang seperti sekarang, produksi obat tertentu masih dimungkinkan dilakukan di apotek. Proses pembuatannya dilakukan dalam skala kecil, terbatas untuk mencukupi kebutuhan masyarakat disekitar apotek. Pada saat itu seni meracik masih dominan dan standarisasi proses masih terbatas, sehingga sangat mungkin kualitasnya bervariasi dari batch satu ke batch yang lain.

Seiring dengan bertumbuhnya demand serta meningkatnya kesadaran tentang kualitas, proses produksi obat dipersyaratkan harus memenuhi standar GMP. Perlahan tapi pasti terjadi proses industrialisasi. Saat ini produksi obat dilakukan sepenuhnya oleh produsen. Obat dipoduksi secara massal. Standarisasi proses produksi ditetapkan. Terjadi peningkatan kualitas maupun kuantitas. Konsumen langsung merasakan manfaatnya baik dari sisi pasokan maupun harga.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: