Archive for the ‘ Inspirasi ’ Category

Akankah Obat Generik Semakin Menarik ?

Pagi ini, dengan ditemani secangkir kopi hangat, saya membolak balik halaman surat kabar harian dan membaca secara cepat judul berita yang ada. Meski berita mengalir bak air bah melalui internet, saya tetap merasa belum mantap kalau belum membaca koran. Mungkin sama halnya kebanyakan dari kita yang merasa belum makan kalau belum menyantap nasi. Katanya belum nendang ...

Ditengah asyiknya melihat judul judul berita, tiba tiba perhatian saya terusik saat membaca kalimat berjudul Penggunaan Obat Generik Digalakkan di halaman 13 harian Kompas 16 November 2009. Menurut berita tersebut, Menteri Kesehatan akan menggalakkan penggunaan obat generik sebagai salah satu program 100 harinya. Beliau juga berjanji akan meninjau kembali harganya agar tetap terjangkau dan produsen dapat tetap terus memproduksi.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Menyasar Niche Market, Mengapa Tidak ?

Tadi sewaktu blog walking, saya menemukan sebuah berita menarik tentang Women-only Pharmacy yang baru dibuka di Vancouver, Canada. Dari namanya sudah sangat jelas bahwa apotek tersebut hanya ditujukan untuk perempuan saja. Tidak untuk lelaki.

Pemilihan segmen pasar yang spesifik yang ingin dilayani, dalam bahasa pemasaran disebut niche market. Menurut wikipedia, market niche mendefinisikan fitur produk atau jasa yang spesifik yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan pasar yang spesifik, dengan maksud mendapatkan dampak positif baik dari sisi harga, kualitas maupun demografi.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Sudah Saatnya “Values” Sebagai Strategi Bersaing Apotek(er)

Persaingan antar apotek saat ini semakin ketat. Meski sejatinya merupakan tempat pengabdian profesi, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa persaingan yang ada tidak ubahnya dengan persaingan yang terjadi pada usaha dagang. Saking ganasnya persaingan, tidak jarang pola persaingan yang terjadi menjurus ke win-lose situation karena kiblatnya adalah killing for survival.

Situasi saling membunuh terjadi karena rata-rata apotek masih menerapkan cara pemasaran yang konvensional. Mereka pada umumnya mengandalkan rational intelligent: produk bagus dan harga murah. Konsumen dibiasakan memilih apotek berdasarkan tinggi-rendahnya harga obat yang dijual. Pada level ini pasien atau konsumen sangat mudah berpindah bila ada perbedaan harga. Dalam dunia pemasaran cara ini dikenal juga dengan istilah marketing 1.0.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apakah Apoteker di Apotek Under Valued ?

Bicara tentang standar pendapatan bagi apoteker yang berpraktek di apotek layaknya bicara mengenai kondisi ideal bangsa Indonesia, yakni masyarakat yang adil dan makmur. Meski negara kita sudah merdeka lebih dari setengah abad namun baru segelintir anggota masyarakat yang bisa merasakan kondisi adil dan makmur. Begitu juga dengan para apoteker di apotek. Mungkin mereka yang tergolong senior sudah merasakannya, tapi tidak demikian bagi para yunior.

Berbagai upaya telah dan terus dicoba untuk memformulasikan standar pendapatan apoteker di apotek, namun rupanya belum bisa menjawab tuntas beragam pertanyaan yang ada. Memang harus disadari bahwa kondisi apotek sangat beragam, sehingga secara langsung membawa konsekuensi beragam pula variabel yang melekat padanya. Saya tidak tahu kebenarannya, tapi saya pernah mendapat pesan melalui facebook katanya ada apoteker yang bersedia diberi honor jauh dibawah Upah Minimum Provinsi perbulan asalkan tidak perlu datang ke apotek alias tekab. Keterlaluan !

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Pharmaceutical Care Sarana Menciptakan Nilai

Dalam kegiatan yang bersifat ekonomis pertambahan nilai (value added) adalah perubahan yang dialami oleh produk atau jasa karena proses penciptaan nilai (value creation). Pertambahan nilai bisa berasal dari perubahan bentuk karena proses produksi atau perubahan tempat/lokasi karena proses distribusi. Bentuk ekonomis dari pertambahan nilai tercermin pada selisih harga jual dengan harga perolehan.

Pertambahan nilai berkorelasi dengan keunikan, perbedaan dan ciri khas sebuah produk atau jasa dibandingkan dengan pesaingnya. Produk atau jasa yang berbeda bermakna dengan pesaingnya berkesempatan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang besar. Oleh karenanya wajar bila tantangan terbesar bagi pelaku ekonomi adalah bagaimana menciptakan nilai agar tercipta perbedaan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang maksimal.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: