Archive for the ‘ Apotek ’ Category

Praktek Bersama (Apoteker & Dokter)

Diskusi tentang fenomena apotek tanpa resep dan dokter dispensing mengerucut pada usulan dan pertanyaan dari sejawat Dr Budiarto sebagai berikut  “ Yth. Apoteker, untuk menyelesaikan masalah ini, saya mengusulkan : jika seorang dokter (dispensing) melakukan praktek, mempunyai pasien lebih dari 30 perhari, harus mempunyai seorang apoteker, ..bagaimana pendapat bapak ? “. Usulan tersebut diajukan melalui tulisan Kegiatan Dokter Dispensing Sejatinya Sama Dengan Apotek dan Apotek Tanpa Resep Jilid 2.  

Menurut pendapat saya, usulan tersebut merupakan sebuah bentuk legalisasi atas praktek dokter dispensing di daerah yang terjangkau oleh apotek. Tapi dilain pihak bisa juga sebaliknya, yaitu legalisasi apotek tanpa resep. Apotek tertentu yang secara ekonomis telah sehat bisa saja menyediakan layanan dokter (cuma-cuma) untuk meresepkan obat yang dibutuhkan konsumen yang datang ke apotek untuk membeli obat daftar G.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apotek “Pasti Pas”

Upaya Pertamina untuk melakukan standarisasi SPBU pengecer produknya patut diacungi jempol. Perubahan paling kentara adalah adanya label “Pasti Pas” pada SPBU yang sudah terstandarisasi. Sejak adanya slogan tersebut, saya juga menemukan atmosfer lain, karena situasi dan suasana SPBU berlabel “Pasti Pas” jauh lebih bersih dan terang.

Itulah salah satu proses transformasi dalam tubuh Pertamina yang bisa kita, sebagai konsumen, rasakan. Sekarang saya merasa lebih nyaman karena bisa mengisi bensin tanpa harus turun dari mobil. Saya percaya penuh bahwa petugas SPBU tidak akan menipu saya dengan mengurangi takarannya. 

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apoteker Memang Harus Narsis

Dari sudut pandang manajemen, positioning Apotek (memosisikan apotek dalam benak konsumen) adalah tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan obat baik dengan atau tanpa resep dokter. Positioning tersebut demikian kuat sehingga citra apotek hampir mirip dengan grosir obat, dimana segala macam obat bisa didapatkan disana.

Positioning seperti itu sebenarnya tidak sepenuhnya keliru, tetapi sayangnya cenderung mengaburkan fungsi pelayanan kefarmasian karena tertutup oleh dominasi kegiatan dagang dalam kesehariannya. Oleh sebab itu saya menduga keterlanjuran yang berkesinambungan ini yang menjadi awal menguapnya peran apoteker di apotek.  

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


SPA Berbasis Web, Apa Itu ?

Ssst… jangan berimajinasi terlalu jauh dulu sejawat, karena portal ini masih konsisten mengulas tentang apoteker dan dunianya. Dan saya tidak ada niat sedikitpun apalagi rencana untuk mengubahnya. Masih banyak topik tentang apoteker yang menarik, perlu ataupun penting untuk dikaji.

Minggu lalu saya bertemu dengan Drh M Munawaroh, Direktur Pemasaran PT Indofarma. Dalam pertemuan itu saya berkesempatan mendengarkan strategi beliau mendongkrak penjualan obat generik tanpa harus perang diskon.

Seperti kita ketahui, selama ini banyak produsen obat generik terjebak memakai strategi killing for survival menggunakan senjata diskon agar target penjualannya tercapai. Akibatnya, obat terjual ke distributor dalam jumlah besar tetapi penyebarannya tidak merata. Padahal salah satu kunci sukses bagi obat generik adalah ketersediaannya di apotek.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Produk Baru, Manfaat atau Masalah Baru ?

Dalam pemaparan tentang situasi pasar farmasi di Asia Pasific umumnya dan Indonesia khususnya beberapa waktu yang lalu, IMS mengatakan bahwa produk baru masih merupakan salah satu tumpuan pertumbuhan pasar. Di Indonesia jumlah obat baru yang masuk ke pasar tiap tahun berjumlah sekitar 300 produk. Selain produk baru, elemen lain yang memberikan kontribusi terrhadap pertumbuhan pasar adalah kenaikan harga dan – tentu saja – penambahan konsumsi. 

Pengertian produk baru adalah produk yang benar benar baru masuk ke pasar (new chemical entity) dan produk tiruan atau jiplakan (me too). Produk yang berbasis NCE semakin sedikit jumlahnya karena biaya riset yang semakin mahal. Sehingga tidak heran jika produk baru yang beredar didominasi oleh produk jiplakan.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: