Archive for the ‘ Apoteker ’ Category

Selamat Tinggal ISFI…

Mulai besok, Senin 7 Desember 2009, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) akan menyelenggarakan kegiatan rutin 4 tahunan yaitu kongres nasional. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama yang diselenggarakan 4 tahun yang lalu di Bali. Materi utama yang akan dibahas adalah pembahasan program kerja 4 tahun kedepan, penyempurnaan AD/ART dan hal-hal yang terkait dengan keluarnya PP 51/2009 serta UU 36/2009.

Salah satu materi yang akan dibahas dalam penyempurnaan AD/ART adalah perubahan nama organisasi. Dengan keluarnya 2 produk hukum diatas, maka nama ISFI tidak lagi tepat sebagai wadah berkumpulnya para apoteker, karena di PP 51/2009  disebutkan bahwa apoteker adalah satu-satunya profesi yang berwenang melakukan praktek kefarmasian. Sedangkan sarjana farmasi adalah salah satu tenaga teknis kefarmasian yang membantu praktek apoteker.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Perubahan Itu Keniscayaan

Anda benar sejawat.. tampilan portal apoteker kembali berubah.

Perubahan itu sengaja saya lakukan dengan berbagai pertimbangan. Yang klasik, diantaranya, agar ada penyegaran tampilan sehingga tidak membosankan dan berharap bisa lebih menarik perhatian. Yang tidak klasik, melalui perubahan, portal ini bisa semakin “hidup” mengimbangi semakin dinamisnya tantangan yang dihadapi oleh profesi apoteker kedepan.

Perubahan memang sebuah keniscayaan. Sunatullah. Dan hal ini berlaku umum, tanpa kecuali. Seperti halnya yang kita (mulai) hadapi dengan keluarnya UU 36/2009 tentang Kesehatan dan PP 51/2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Kedua produk hukum tersebut laksana tonggak yang akan merubah secara fundamental arsitektur praktek kefarmasian nasional.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apoteker Memang Harus Narsis

Dari sudut pandang manajemen, positioning Apotek (memosisikan apotek dalam benak konsumen) adalah tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan obat baik dengan atau tanpa resep dokter. Positioning tersebut demikian kuat sehingga citra apotek hampir mirip dengan grosir obat, dimana segala macam obat bisa didapatkan disana.

Positioning seperti itu sebenarnya tidak sepenuhnya keliru, tetapi sayangnya cenderung mengaburkan fungsi pelayanan kefarmasian karena tertutup oleh dominasi kegiatan dagang dalam kesehariannya. Oleh sebab itu saya menduga keterlanjuran yang berkesinambungan ini yang menjadi awal menguapnya peran apoteker di apotek.  

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Profesi Apoteker Indonesia Juga Perlu Direkayasa Ulang!!!

Bersyukur sekali saya berkesempatan memenuhi undangan Indian Pharmaceutical Association (IPA) untuk menghadari hajatan tahunan mereka pada tanggal 14 – 15 Maret kemarin. Meski tidak bisa hadir penuh namun banyak inspirasi saya dapatkan. Tema yang mereka usung dalam konggres tersebut adalah Reengineering Pharmacy Profession in India.

Diawal ceramahnya, keynote speaker dalam acara tersebut, Dr Kamal Midha, President FIP, menguraikan tentang visi FIP 2020 yaitu wherever and whenever decision makers discuss any aspects of medicines on a global level, FIP is at the table. Luar biasa menantang bukan ? Dengan begitu, berarti para apoteker yang tergabung dalam FIP berkepentingan untuk terlibat terhadap apapun dan dimanapun para pengambil keputusan membicarakan tentang obat.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Meski Resesi, Pendapatan Apoteker Tetap Naik

Ups.. jangan ge er dulu sejawat.., karena itu bukan atau belum terjadi di negara kita.

Saya menemukan 2 artikel yang menurut penilaian saya cukup menarik untuk kita jadikan motivasi dalam mempraktekkan, membangun dan mengembangkan profesi kita. Artikel pertama adalah Pharmacist labeled a “recession proof” job, dimana disitu disebutkan bahwa profesi apoteker termasuk salah satu diantara 10 besar jenis profesi yang tahan resesi. Artikel yang kedua bertajuk Salary Survey: Pharmacist salaries continue to climb

Ada hal yang mencuri perhatian dan merupakan benang merah yang menghubungkan kedua artikel tersebut. Bila diperhatikan dengan seksama dalam kedua artikel tersebut faktor pendorongnya adalah adanya permintaan yang tinggi disatu sisi dan masih terbatasnya pasokan apoteker disisi lain. Yah.. sesuai hukum permintaan dan penawaran. Jadi wajar saja bukan ?

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: