Archive for the ‘ Apoteker ’ Category

Bagaimana dengan Kurikulum Fakultas Farmasi yang lain ?

Berita ini sebenarnya sudah relatif lama. Saya sendiri baru membaca 3 hari yang lalu sewaktu mbah google mengirimkan berita tersebut via email ke alamat saya. Judulnya cukup provokatif, Bank Dunia Akui Kurikulum Fakultas Farmasi Unair. Untuk lebih jelasnya silahkan sejawat klik dulu link tersebut, dibaca, kemudian baru dilanjut meneruskan membaca tulisan saya ini.

Oke, sudah tuntaskah sejawat membaca berita tersebut ? Jadi, apa kira kira jawaban atas pertanyaan yang saya jadikan judul diatas ?

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apoteker dan Praktek Kefarmasian

Pada beberapa kesempatan bertemu dengan teman sejawat baik formal maupun informal saya masih sering mendengar keluhan bahwa PP 51/2009 cenderung membelenggu kebebasan apoteker. Para teman sejawat tersebut berargumentasi bahwa keharusan apoteker berada di apotek, misalnya, membuat apoteker tidak lagi bisa “nyambi” cari “objekan” padahal “take home pay” seorang apoteker yang berpraktek sepenuh hari tidak sepadan dengan waktu yang dikorbankan.

Ada juga argumentasi lain, terutama dari mereka yang sudah mapan, bahwa keharusan tersebut terlalu mengada-ada karena buktinya selama ini tanpa apotekerpun apotek dapat beroperasi dengan baik. Dan masih banyak lagi argumentasi lain yang pada prinsipnya tidak setuju dengan pengaturan praktek kefarmasian dalam PP 51/2009 khususnya di sektor pelayanan.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Selamat Tinggal ISFI…

Mulai besok, Senin 7 Desember 2009, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) akan menyelenggarakan kegiatan rutin 4 tahunan yaitu kongres nasional. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama yang diselenggarakan 4 tahun yang lalu di Bali. Materi utama yang akan dibahas adalah pembahasan program kerja 4 tahun kedepan, penyempurnaan AD/ART dan hal-hal yang terkait dengan keluarnya PP 51/2009 serta UU 36/2009.

Salah satu materi yang akan dibahas dalam penyempurnaan AD/ART adalah perubahan nama organisasi. Dengan keluarnya 2 produk hukum diatas, maka nama ISFI tidak lagi tepat sebagai wadah berkumpulnya para apoteker, karena di PP 51/2009  disebutkan bahwa apoteker adalah satu-satunya profesi yang berwenang melakukan praktek kefarmasian. Sedangkan sarjana farmasi adalah salah satu tenaga teknis kefarmasian yang membantu praktek apoteker.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Perubahan Itu Keniscayaan

Anda benar sejawat.. tampilan portal apoteker kembali berubah.

Perubahan itu sengaja saya lakukan dengan berbagai pertimbangan. Yang klasik, diantaranya, agar ada penyegaran tampilan sehingga tidak membosankan dan berharap bisa lebih menarik perhatian. Yang tidak klasik, melalui perubahan, portal ini bisa semakin “hidup” mengimbangi semakin dinamisnya tantangan yang dihadapi oleh profesi apoteker kedepan.

Perubahan memang sebuah keniscayaan. Sunatullah. Dan hal ini berlaku umum, tanpa kecuali. Seperti halnya yang kita (mulai) hadapi dengan keluarnya UU 36/2009 tentang Kesehatan dan PP 51/2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Kedua produk hukum tersebut laksana tonggak yang akan merubah secara fundamental arsitektur praktek kefarmasian nasional.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apoteker Memang Harus Narsis

Dari sudut pandang manajemen, positioning Apotek (memosisikan apotek dalam benak konsumen) adalah tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan obat baik dengan atau tanpa resep dokter. Positioning tersebut demikian kuat sehingga citra apotek hampir mirip dengan grosir obat, dimana segala macam obat bisa didapatkan disana.

Positioning seperti itu sebenarnya tidak sepenuhnya keliru, tetapi sayangnya cenderung mengaburkan fungsi pelayanan kefarmasian karena tertutup oleh dominasi kegiatan dagang dalam kesehariannya. Oleh sebab itu saya menduga keterlanjuran yang berkesinambungan ini yang menjadi awal menguapnya peran apoteker di apotek.  

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: