Archive for the ‘ Tentang Obat ’ Category

Mengganti (Merek) Obat Dalam Resep

Artikel ini ditulis oleh sejawat Fajar Ramadhitya Putera

 

Telah mafhum diketahui bahwa obat merupakan komponen penting dalam upaya pelayanan kesehatan bahkan penggunaan obat dapat mencapai 40 % dari seluruh komponen biaya pelayanan kesehatan. Pada bulan September 2008, Menkes sempat menyatakan bahwa harga obat tidak akan naik sampai 2009, namun bagaimanapun pengaruh krisis ekonomi global menjalar ke hampir setiap aspek kehidupan, termasuk kebutuhan bahan baku obat yang selama ini banyak bergantung dari impor.

Sekitar bulan Juli 2007 lalu, marak diberitakan tentang pembahasan rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pekerjaan Kefarmasian dimana salah satu butir RPP tersebut adalah perihal dibolehkannya apoteker mengganti obat yang diresepkan dengan obat untuk jenis penyakit yang sama dengan harga yang lebih murah.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Produk Baru, Manfaat atau Masalah Baru ?

Dalam pemaparan tentang situasi pasar farmasi di Asia Pasific umumnya dan Indonesia khususnya beberapa waktu yang lalu, IMS mengatakan bahwa produk baru masih merupakan salah satu tumpuan pertumbuhan pasar. Di Indonesia jumlah obat baru yang masuk ke pasar tiap tahun berjumlah sekitar 300 produk. Selain produk baru, elemen lain yang memberikan kontribusi terrhadap pertumbuhan pasar adalah kenaikan harga dan – tentu saja – penambahan konsumsi. 

Pengertian produk baru adalah produk yang benar benar baru masuk ke pasar (new chemical entity) dan produk tiruan atau jiplakan (me too). Produk yang berbasis NCE semakin sedikit jumlahnya karena biaya riset yang semakin mahal. Sehingga tidak heran jika produk baru yang beredar didominasi oleh produk jiplakan.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


GPP dan Penanggulangan Obat Palsu

Hari Selasa 17 Maret 2009 yang lalu saya menghadiri acara peluncuran situs www.stopobatpalsu.com. Situs ini dipelopori oleh kelompok perusahaan farmasi multinasional berbasis riset (IPMG) dan didukung sepenuhnya oleh BPOM, Indonesia Sehat 2010, ISFI, dan IDI. Tujuan diluncurkannya situs ini adalah sebagai media edukasi agar masyarakat lebih peduli dengan obat palsu dan pada akhirnya bisa memutus rantai peredaran obat palsu.

Dalam penjelasannya, Thierry Powis – chairman IPMG, mengatakan bahwa situs tersebut akan dikelola secara profesional. Mereka menyediakan tenaga yang berdedikasi penuh terhadap situs ini. Masyarakat bisa mendapatkan berita yang terbaru maupun arsip berita lama seputar obat palsu baik dari dalam maupun luar negeri. Situs ini juga menyediakan sarana bagi masyarakat untuk berinteraksi. 

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Polemik Puyer Menegaskan Pentingnya No Pharmacist No Service

Akhirnya polemik tentang puyer mulai menuai kesimpulan. Setelah kemarin pemerintah cq Menteri Kesehatan menyatakan bahwa puyer masih merupakan bentuk sediaan yang masih dibutuhkan di Indonesia, hari ini pemberitaan tentang polemik puyer menegaskan pentingnya keberadaan apoteker untuk menjamin kualitas dan rasionalitas puyer.

Saya rasa tidak ada polemik untuk ini. Didalam pedoman good pharmacy practise salah satunya memang menuntut keberadaan apoteker di apotek untuk melakukan screening terhadap setiap resep yang masuk, menyiapakannya sesuai permintaan dokter dan menyerahkannya kepada pasien secara langsung disertai penjelasan yang memadai.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Siapa Menikmati Polemik Puyer?

Hari ini pemberitaan RCTI tentang polemik puyer menghadirkan pernyataan Menteri Kesehatan. Secara normatif beliau mengatakan sepanjang persepan dan pembuatan puyer mengikuti kaidah-kaidah resmi yang baku maka puyer aman untuk dikonsumsi.

Entah ada hubungannya atau tidak, portal berita okezone hari ini memuat serangkaian berita tentang pasien bernama Syadiah yang diduga sakit akibat mengonsumsi puyer.

Menurut pembawa acara, pemberitaan tentang puyer masih akan berlanjut. Besok giliran apoteker yang bicara. Lusa mungkin masih ada lagi. Seperti biasa si pembawa acara selalu mengulang bahwa mereka tidak bermaksud untuk membuat bingung pemirsa.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: