<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.8.5" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>portal apoteker &#124; indonesia</title>
	<link>http://apotekkita.com</link>
	<description>media berbagi informasi untuk mengembangkan kompetensi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Mar 2011 03:05:57 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Harga Obat Sebaiknya Dikendalikan</title>
		<description><![CDATA[Dalam kurun waktu setahun terakhir, masalah harga obat setidaknya telah dua kali diangkat menjadi headline harian Kompas. Namun, harga obat tetap saja naik. Secara umum, obat dikategorikan menjadi 2, obat paten dan obat generik. Obat paten adalah obat yang masih mendapatkan perlakuan khusus, semacam monopoli, untuk periode tertentu. Selama masa tersebut, obat paten tidak memiliki [...]]]></description>
		<link>http://apotekkita.com/2011/03/14/harga-obat-sebaiknya-dikendalikan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bagaimana dengan Kurikulum Fakultas Farmasi yang lain ?</title>
		<description><![CDATA[Berita ini sebenarnya sudah relatif lama. Saya sendiri baru membaca 3 hari yang lalu sewaktu mbah google mengirimkan berita tersebut via email ke alamat saya. Judulnya cukup provokatif, Bank Dunia Akui Kurikulum Fakultas Farmasi Unair. Untuk lebih jelasnya silahkan sejawat klik dulu link tersebut, dibaca, kemudian baru dilanjut meneruskan membaca tulisan saya ini.
Oke, sudah tuntaskah [...]]]></description>
		<link>http://apotekkita.com/2010/06/22/bagaimana-dengan-kurikulum-fakultas-farmasi-yang-lain/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Apoteker dan Praktek Kefarmasian</title>
		<description><![CDATA[Pada beberapa kesempatan bertemu dengan teman sejawat baik formal maupun informal saya masih sering mendengar keluhan bahwa PP 51/2009 cenderung membelenggu kebebasan apoteker. Para teman sejawat tersebut berargumentasi bahwa keharusan apoteker berada di apotek, misalnya, membuat apoteker tidak lagi bisa &#8220;nyambi&#8221; cari &#8220;objekan&#8221; padahal &#8220;take home pay&#8221; seorang apoteker yang berpraktek sepenuh hari tidak sepadan [...]]]></description>
		<link>http://apotekkita.com/2010/06/02/apoteker-dan-praktek-kefarmasian/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bersinarlah Apoteker</title>
		<description><![CDATA[Artikel ini ditulis oleh sejawat Fajar Rp
Menurut rekomendasi WHO, apoteker punya bintang tujuh (Seven Star Pharmacist), sementara dokter hanya lima bintang (Five Stars Doctor). Ada lima bintang serupa pada kedua profesi ini, namun tak ada ‘life long learner’ dan ‘teacher’ pada dokter.  Saya tak tahu mengapa.
Dengan lebih banyak bintang, semestinya apoteker lebih bersinar, bukan? (Bahkan [...]]]></description>
		<link>http://apotekkita.com/2010/04/05/bersinarlah-apoteker/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sudahkan Presepsi Kita Sama ?</title>
		<description><![CDATA[Sejawat, maafkan kalau lebih dari 2 bulan saya absen memperbaharui isi portal ini. Tidak perlu banyak alasan, kecuali kealpaan saya mengombinasikan waktu dan gagasan, pemikiran atau ispirasi menjadi tulisan akibat cara saya mengelola waktu yang tidak efektif.
Dalam kurun waktu tersebut banyak topik mengenai PP 51/2009 terdengar, terbaca maupun terucap pada beberapa kesempatan. Media yang dipakaipun [...]]]></description>
		<link>http://apotekkita.com/2010/02/17/sudahkan-presepsi-kita-sama/</link>
			</item>
</channel>
</rss>

