Meski Resesi, Pendapatan Apoteker Tetap Naik

Ups.. jangan ge er dulu sejawat.., karena itu bukan atau belum terjadi di negara kita.

Saya menemukan 2 artikel yang menurut penilaian saya cukup menarik untuk kita jadikan motivasi dalam mempraktekkan, membangun dan mengembangkan profesi kita. Artikel pertama adalah Pharmacist labeled a “recession proof” job, dimana disitu disebutkan bahwa profesi apoteker termasuk salah satu diantara 10 besar jenis profesi yang tahan resesi. Artikel yang kedua bertajuk Salary Survey: Pharmacist salaries continue to climb

Ada hal yang mencuri perhatian dan merupakan benang merah yang menghubungkan kedua artikel tersebut. Bila diperhatikan dengan seksama dalam kedua artikel tersebut faktor pendorongnya adalah adanya permintaan yang tinggi disatu sisi dan masih terbatasnya pasokan apoteker disisi lain. Yah.. sesuai hukum permintaan dan penawaran. Jadi wajar saja bukan ?

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Siapa Bilang Apoteker Tidak Diperlukan?

Sejawat, tulisan saya kali ini terinspirasi oleh diskusi tentang Masih Perlukah Apoteker di Indonesia? yang termuat di milis ISMAFARSI dan artikel berjudul Manajemen Manusia Unggul di Kompas 23/01/09.

Pada diskusi tersebut dilontarkan fakta bahwa the art of compounding yang merupakan domain apoteker telah tergantikan oleh mesin maupun komputer, sementara program TATAP di apotek sulit diterapkan karena tekendala oleh sistem reward yang tidak sebanding. Sedikit kutipannya sebagai berikut:

…ketika dulu apoteker kita dapat melakukan peracikan bahan obat, tapi sekarang? masih bisa sih, tapi siapa yang mau pake?? Ketika semuanya tergantikan oleh perkembangan teknologi, ketika obat-obat dapat diracik oleh sistem komputerisasi dan ketika obat dapat dijual bebas di supermarket, kedai kedai bahkan di kaki lima, kesemuanya itu dengan mudah dilakukan oleh orang orang diluar tenaga kefarmasian dan profesi apoteker.. “ 

Karenanya tercetus pertanyaaan, masih perlukah apoteker di Indonesia?  Jamaknya suatu diskusi, tanggapan yang masuk ada yang pro dan ada yang kontra. Sayang saya tidak bisa membuat link ke milis tersebut.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Jangan Buka Apotek, Bila…

Sebuah artikel menarik dan provokatif tentang apotek saya temukan di blog ini. Artikel tersebut diberi judul Apotek; Bisnis Basah di Samudra Biru. Ibarat makanan, judul yang digunakan penulis benar benar menggugah selera, meski baru dari aroma yang tercium. Artikel itu terbit 21 bulan yang lalu, tepatnya 11 April 2007. 

Setelah membacanya sekitar setahun yang lalu, meski tidak rutin, saya mencoba mengikuti perkembangan komentar yang ada. Sampai saya menulis artikel ini jumlah komentar yang masuk sudah lebih dari 100 buah. Komentar-komentar tersebut masuk setiap bulan mulai  Mei 2007 sampai dengan Desember 2008. Dengan demikian artikel tersebut memang masih tetap menarik minat untuk dibaca dan tidak lekang karena waktu.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Pharmaceutical Care = Blue Ocean Strategy?

Orientasi apotek dalam paradigma baru adalah pharmaceutical care bukan produk. Apotek harus mengedepankan proses komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) bagi pasien dalam aktifitasnya.  Perubahan orientasi ini merupakan proses transformasi untuk memperkokoh citra apotek sebagai tempat pengabdian profesi bagi apoteker. 

Konsekuensi logis dari perubahan orientasi tersebut meningkatkan aktifitas konsultasi. Proses konsultasi harus ditangani langsung oleh apoteker. Dengan pola pemikiran yang demikian maka kita lebih mudah memahami konsep TATAP (Tiada Apoteker Tiada Pelayanan).

Pada saat ini belum banyak apotek yang menerapkan pharmaceutical care. Wajar saja karena transformasi baru dimulai dan membutuhkan waktu dalam prosesnya. Karena itu tidak heran kalau persaingan antar apotek lebih didominasi oleh harga dan hal hal yang terkait langsung dengan trik dagang.

Dalam tulisan sebelumnya saya mengulas tentang pentingnya blue ocean strategy bagi apotek. Penerapan blue ocean strategy yang tepat akan membuat apotek memiliki keunggulan kompetitif dan terhindar dari persaingan dagang. Dalam konteks ini maka pharmaceutical care adalah sarana untuk menciptakan blue ocean strategy.

Meskipun terdapat acuan baku tentang pharmaceutical care tetapi penerapannya dilapangan sangat tergantung pada kompetensi apoteker dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan pasien. Masing masing apoteker memiliki karakteristik yang unik. Bisa saja hal ini di standarisasi, tetapi dominasi kepribadian individu apoteker tetap akan terlihat dalam prakteknya.

Nah.., setujukah sejawat dengan pendapat saya?

Possibly Related Posts:


Blue Ocean Strategy

Persaingan dalam dunia usaha adalah sebuah keniscayaan. Pengecualian hanya bagi mereka yang memperoleh hak monopoli. Tapi itupun tidak bisa langgeng karena adanya UU yang melarang. Kondisi demikian membuat persaingan makin hari makin ketat.

Persaingan muncul karena adanya produk sejenis atau produk pengganti yang masuk ke pasar. Hal ini dimungkinkan karena rendahnya hambatan masuk bagi pendatang baru. Hambatan masuk bisa karena pengaruh faktor eksternal maupun internal. Faktor utama yang menurunkan hambatan masuk diantaranya deregulasi (eksternal)  atau teknologi/sistem yang digunakan mudah dicontek (internal).

Hambatan masuk karena faktor eksternal bersifat uncontrollable sedangkan yang internal bersifat controllable.  Karena sifatnya yang controllable, untuk meningkatkan hambatan masuk kemudian muncullah istilah blue ocean strategy.

Oke, sekarang bagaimana jika carapandang seperti itu kita terapkan dalam dunia perapotekan? Persaingan antar apotek sudah pasti ada dan terjadi. Hambatan masuk  relatif rendah baik yang controllable maupun uncontrollable. Kalau demikian maka apotek perlu blue ocean strategy? Betul.

Bagaimana menciptakan blue ocean strategy untuk apotek? Pertanyaan ini harus dijawab oleh apoteker karena masing masing apoteker memiliki kemampuan improvisasi yang berbeda. Kuncinya kalau strategi yang dikembangkan bisa dicontek dan hasilnya sama berarti bukan lagi bersifat blue ocean.

Bagaimana sejawat?

Possibly Related Posts: