Praktek Bersama (Apoteker & Dokter)

Diskusi tentang fenomena apotek tanpa resep dan dokter dispensing mengerucut pada usulan dan pertanyaan dari sejawat Dr Budiarto sebagai berikut  “ Yth. Apoteker, untuk menyelesaikan masalah ini, saya mengusulkan : jika seorang dokter (dispensing) melakukan praktek, mempunyai pasien lebih dari 30 perhari, harus mempunyai seorang apoteker, ..bagaimana pendapat bapak ? “. Usulan tersebut diajukan melalui tulisan Kegiatan Dokter Dispensing Sejatinya Sama Dengan Apotek dan Apotek Tanpa Resep Jilid 2.  

Menurut pendapat saya, usulan tersebut merupakan sebuah bentuk legalisasi atas praktek dokter dispensing di daerah yang terjangkau oleh apotek. Tapi dilain pihak bisa juga sebaliknya, yaitu legalisasi apotek tanpa resep. Apotek tertentu yang secara ekonomis telah sehat bisa saja menyediakan layanan dokter (cuma-cuma) untuk meresepkan obat yang dibutuhkan konsumen yang datang ke apotek untuk membeli obat daftar G.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apotek Tanpa Resep Jilid 2

Tulisan saya tentang Apotek Tanpa Resep yang termuat di portal ini 9 bulan yang lalu rupanya masih menarik dibaca. Dua komentator terakhir, sejawat Dodi (mungkin beliau seorang dokter, bukan apoteker) dan sejawat Ferdi (yang ini jelas apoteker) bersilang pendapat cukup tajam. Karena saya melihat silang pendapat ini berpotensi menghasilkan solusi terbaik bagi sistem kesehatan di negara kita, sengaja saya tidak berkomentar pada tulisan tersebut agar tidak merusak dinamika yang ada.

Apotek tanpa resep adalah sebuah fakta. Fenomena ini terjadi karena tuntutan untuk mempertahankan kelangsungan hidup apotek akibat ketatnya persaingan baik dengan sesama apotek, dengan toko obat maupun dengan dokter dispensing. Persaingan ini tidaklah fair karena tidak dalam lapangan permainan yang seimbang. Apotek memiliki koridor aturan yang sangat ketat sementara yang lain tidak.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Pekerjaan Kefarmasian Mutlak Kewenangan Apoteker

Setelah menunggu cukup lama akhirnya datang juga komentar yang mempertanyakan mengapa postingan saya sebelum ini cuma satu kalimat?  Kemana pemikiran-pemikiran kritis, ide-ide cerdas dan kutipan berita tentang apoteker dan dunianya ?

Terimakasih kepada sejawat Fajar atas pertanyaan dan penyataannya. Pada tulisan tentang Dispensing Obat adalah Pekerjaan Kefarmasian, saya memang sengaja membuatnya pendek. Bahkan sangat pendek. Dan ini merupakan kali pertama bagi saya menulis dengan sangat singkat.

Mengapa ?

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Dispensing Obat adalah Pekerjaan Kefarmasian

Dispensing obat adalah pekerjaan kefarmasian dan yang memiliki kewenangan untuk melakukannya adalah apoteker dibantu tenaga teknis kefarmasian. 

Ada yang keberatan ?

Possibly Related Posts:


Apotek Tanpa Resep

Di sebuah blog milik seorang dokter ada tulisan berjudul Pemberian Obat Langsung Langgar Ethica Profesi Kedokteran (monggo, kalau mau dilihat silahkan klik disini).  Ramai juga komentarnya. Minimal sampai hari ini (8/7/08) sudah ada 22 komentar  termasuk dari pengasuhnya. Isinya bisa ditebak. Silang pendapat tentang dispensing. Dari sejawat dokter pastinya pada posisi yang memihak, sementara dari sejawat apoteker menolak.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: