PP 51/2009, Let’s Do It

Hari ini tepat sebulan yang lalu Pemerintah secara resmi telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Bagi kita, para apoteker Indonesia, lahirnya PP tersebut benar-benar bernilai strategis karena secara spesifik pekerjaan kefarmasian dan ketentuan pelaksanaannya secara legal formal telah ditetapkan.

Dalam PP No 51 Tahun 2009 pekerjaan kefarmasian didefinisikan sebagai pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apotek “Pasti Pas”

Upaya Pertamina untuk melakukan standarisasi SPBU pengecer produknya patut diacungi jempol. Perubahan paling kentara adalah adanya label “Pasti Pas” pada SPBU yang sudah terstandarisasi. Sejak adanya slogan tersebut, saya juga menemukan atmosfer lain, karena situasi dan suasana SPBU berlabel “Pasti Pas” jauh lebih bersih dan terang.

Itulah salah satu proses transformasi dalam tubuh Pertamina yang bisa kita, sebagai konsumen, rasakan. Sekarang saya merasa lebih nyaman karena bisa mengisi bensin tanpa harus turun dari mobil. Saya percaya penuh bahwa petugas SPBU tidak akan menipu saya dengan mengurangi takarannya. 

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


GPP dan Penanggulangan Obat Palsu

Hari Selasa 17 Maret 2009 yang lalu saya menghadiri acara peluncuran situs www.stopobatpalsu.com. Situs ini dipelopori oleh kelompok perusahaan farmasi multinasional berbasis riset (IPMG) dan didukung sepenuhnya oleh BPOM, Indonesia Sehat 2010, ISFI, dan IDI. Tujuan diluncurkannya situs ini adalah sebagai media edukasi agar masyarakat lebih peduli dengan obat palsu dan pada akhirnya bisa memutus rantai peredaran obat palsu.

Dalam penjelasannya, Thierry Powis – chairman IPMG, mengatakan bahwa situs tersebut akan dikelola secara profesional. Mereka menyediakan tenaga yang berdedikasi penuh terhadap situs ini. Masyarakat bisa mendapatkan berita yang terbaru maupun arsip berita lama seputar obat palsu baik dari dalam maupun luar negeri. Situs ini juga menyediakan sarana bagi masyarakat untuk berinteraksi. 

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Kita Dapat Warisan Yang Keliru, Tapi Berupaya Melestarikan

Saya masih ingat betul sekitar awal tahun 70 an yang lalu apotek di kota kelahiran saya, Purwokerto, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari tangan. Ada 2 kelompok apoteker pada waktu itu. Yang pertama adalah mereka yang mengabdikan profesinya hanya di apotek dan yang kedua adalah mereka yang bekerja di instansi pemerintah pagi hari dan sore harinya mengabdi di apotek.

Pada era itu pasokan apoteker masih sangat terbatas karena jumlah fakultas atau jurusan farmasi juga masih sangat sedikit. Karena itu pada saat ada pemodal ingin mendirikan apotek di Bumiayu, 30 km sebelah barat Purwokerto, yang bersangkutan sampai harus pontang panting mencari apoteker. Karena memang sulit, akhirnya apotekernya dirangkap oleh salah seorang apoteker dari kota saya.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Polemik Puyer Menegaskan Pentingnya No Pharmacist No Service

Akhirnya polemik tentang puyer mulai menuai kesimpulan. Setelah kemarin pemerintah cq Menteri Kesehatan menyatakan bahwa puyer masih merupakan bentuk sediaan yang masih dibutuhkan di Indonesia, hari ini pemberitaan tentang polemik puyer menegaskan pentingnya keberadaan apoteker untuk menjamin kualitas dan rasionalitas puyer.

Saya rasa tidak ada polemik untuk ini. Didalam pedoman good pharmacy practise salah satunya memang menuntut keberadaan apoteker di apotek untuk melakukan screening terhadap setiap resep yang masuk, menyiapakannya sesuai permintaan dokter dan menyerahkannya kepada pasien secara langsung disertai penjelasan yang memadai.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: