Dalam kegiatan yang bersifat ekonomis pertambahan nilai (value added) adalah perubahan yang dialami oleh produk atau jasa karena proses penciptaan nilai (value creation). Pertambahan nilai bisa berasal dari perubahan bentuk karena proses produksi atau perubahan tempat/lokasi karena proses distribusi. Bentuk ekonomis dari pertambahan nilai tercermin pada selisih harga jual dengan harga perolehan.
Pertambahan nilai berkorelasi dengan keunikan, perbedaan dan ciri khas sebuah produk atau jasa dibandingkan dengan pesaingnya. Produk atau jasa yang berbeda bermakna dengan pesaingnya berkesempatan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang besar. Oleh karenanya wajar bila tantangan terbesar bagi pelaku ekonomi adalah bagaimana menciptakan nilai agar tercipta perbedaan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang maksimal.
Possibly Related Posts:
- Akankah Obat Generik Semakin Menarik ?
- Menyasar Niche Market, Mengapa Tidak ?
- Sudah Saatnya “Values” Sebagai Strategi Bersaing Apotek(er)
- Apakah Apoteker di Apotek Under Valued ?
- Siapkah Kita Menjadi Apoteker Era Web 2.0 ?
Sebentar lagi umat Islam akan menjalankan ibadah puasa. Meski sudah menjadi ritual rutin tapi umat Islam menyambut dan memperlakukannya secara istimewa setiap tahun. Berbagai hal dipersiapkan secara khusus. Tidak heran bila konsumsi rumah tangga justru meningkat tajam. Boleh dibilang roda ekonomi berputar lebih cepat pada bulan puasa.
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker, pemerhati kefarmasian, yang terpanggil untuk memberikan kontribusi aktif dalam proses mewujudkan eksistensi profesi apoteker di Indonesia.