Harga Obat Sebaiknya Dikendalikan

Dalam kurun waktu setahun terakhir, masalah harga obat setidaknya telah dua kali diangkat menjadi headline harian Kompas. Namun, harga obat tetap saja naik. Secara umum, obat dikategorikan menjadi 2, obat paten dan obat generik. Obat paten adalah obat yang masih mendapatkan perlakuan khusus, semacam monopoli, untuk periode tertentu. Selama masa tersebut, obat paten tidak memiliki kompetitor langsung dan biasanya produsen mematok harga  mahal karena alasan pengembalian investasi.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Apoteker dan Praktek Kefarmasian

Pada beberapa kesempatan bertemu dengan teman sejawat baik formal maupun informal saya masih sering mendengar keluhan bahwa PP 51/2009 cenderung membelenggu kebebasan apoteker. Para teman sejawat tersebut berargumentasi bahwa keharusan apoteker berada di apotek, misalnya, membuat apoteker tidak lagi bisa “nyambi” cari “objekan” padahal “take home pay” seorang apoteker yang berpraktek sepenuh hari tidak sepadan dengan waktu yang dikorbankan.

Ada juga argumentasi lain, terutama dari mereka yang sudah mapan, bahwa keharusan tersebut terlalu mengada-ada karena buktinya selama ini tanpa apotekerpun apotek dapat beroperasi dengan baik. Dan masih banyak lagi argumentasi lain yang pada prinsipnya tidak setuju dengan pengaturan praktek kefarmasian dalam PP 51/2009 khususnya di sektor pelayanan.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Siap Tidak Siap, Kita Harus Bisa !

Latar belakang saya membuat blog ini, 23 bulan yang lalu, adalah untuk “menyosialisasikan secara dini” Peraturan Pemerintah tentang Pekerjaan Kefarmasian yang kala itu masih berupa rancangan. Bila lupa, sebagai pengingat, silahkan sejawat klik halaman ini.

Sekarang, PP yang kita tunggu-tunggu itu telah lahir dan bernama PP No 51/2009. Bahkan kelahiran PP tersebut sekaligus juga bertepatan dengan disyahkannya revisi UU Kesehatan dimana kata Pekerjaan Kefarmasian diganti menjadi Praktik Kefarmasian.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Pharmaceutical Care Sarana Menciptakan Nilai

Dalam kegiatan yang bersifat ekonomis pertambahan nilai (value added) adalah perubahan yang dialami oleh produk atau jasa karena proses penciptaan nilai (value creation). Pertambahan nilai bisa berasal dari perubahan bentuk karena proses produksi atau perubahan tempat/lokasi karena proses distribusi. Bentuk ekonomis dari pertambahan nilai tercermin pada selisih harga jual dengan harga perolehan.

Pertambahan nilai berkorelasi dengan keunikan, perbedaan dan ciri khas sebuah produk atau jasa dibandingkan dengan pesaingnya. Produk atau jasa yang berbeda bermakna dengan pesaingnya berkesempatan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang besar. Oleh karenanya wajar bila tantangan terbesar bagi pelaku ekonomi adalah bagaimana menciptakan nilai agar tercipta perbedaan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang maksimal.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Sebegitu Perlukah Apotek Buka 24 Jam ?

Di area bisnis yang berada disebuah kompleks perumahan di Bekasi terdapat 2 buah apotek jaringan yang buka 24 Jam. Jarak antar keduanya tidak lebih dari 200 meter. Di area tersebut ada juga 2 buah apotek jaringan lain yang buka dari jam 08.00 – 24.00 dan lebih dari 4 apotek independen yang buka dari 08.00 – 21.00.

Memang di area tersebut lalu lintasnya cukup ramai dan penduduknya juga padat. Dari sudut pandang bisnis pasti daerah tersebut memang “basah” sehingga tidak heran bila populasi apoteknya demikian banyak. Sekedar menambah ilustrasi, didalam area bisnis tersebut ada juga 4 gerai minimarket jaringan dari 2 “brand” yang ternama. Salah satu diantaranya juga buka 24 jam.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: