Tulisan saya tentang Apotek Tanpa Resep yang termuat di portal ini 9 bulan yang lalu rupanya masih menarik dibaca. Dua komentator terakhir, sejawat Dodi (mungkin beliau seorang dokter, bukan apoteker) dan sejawat Ferdi (yang ini jelas apoteker) bersilang pendapat cukup tajam. Karena saya melihat silang pendapat ini berpotensi menghasilkan solusi terbaik bagi sistem kesehatan di negara kita, sengaja saya tidak berkomentar pada tulisan tersebut agar tidak merusak dinamika yang ada.
Apotek tanpa resep adalah sebuah fakta. Fenomena ini terjadi karena tuntutan untuk mempertahankan kelangsungan hidup apotek akibat ketatnya persaingan baik dengan sesama apotek, dengan toko obat maupun dengan dokter dispensing. Persaingan ini tidaklah fair karena tidak dalam lapangan permainan yang seimbang. Apotek memiliki koridor aturan yang sangat ketat sementara yang lain tidak.
Possibly Related Posts:
- Bagaimana dengan Kurikulum Fakultas Farmasi yang lain ?
- Apoteker dan Praktek Kefarmasian
- Sudahkan Presepsi Kita Sama ?
- Akankah Obat Generik Semakin Menarik ?
- Menyasar Niche Market, Mengapa Tidak ?
Mohamad Dani Pratomo. Apoteker.