Sudah Saatnya “Values” Sebagai Strategi Bersaing Apotek(er)

Persaingan antar apotek saat ini semakin ketat. Meski sejatinya merupakan tempat pengabdian profesi, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa persaingan yang ada tidak ubahnya dengan persaingan yang terjadi pada usaha dagang. Saking ganasnya persaingan, tidak jarang pola persaingan yang terjadi menjurus ke win-lose situation karena kiblatnya adalah killing for survival.

Situasi saling membunuh terjadi karena rata-rata apotek masih menerapkan cara pemasaran yang konvensional. Mereka pada umumnya mengandalkan rational intelligent: produk bagus dan harga murah. Konsumen dibiasakan memilih apotek berdasarkan tinggi-rendahnya harga obat yang dijual. Pada level ini pasien atau konsumen sangat mudah berpindah bila ada perbedaan harga. Dalam dunia pemasaran cara ini dikenal juga dengan istilah marketing 1.0.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Pharmaceutical Care Sarana Menciptakan Nilai

Dalam kegiatan yang bersifat ekonomis pertambahan nilai (value added) adalah perubahan yang dialami oleh produk atau jasa karena proses penciptaan nilai (value creation). Pertambahan nilai bisa berasal dari perubahan bentuk karena proses produksi atau perubahan tempat/lokasi karena proses distribusi. Bentuk ekonomis dari pertambahan nilai tercermin pada selisih harga jual dengan harga perolehan.

Pertambahan nilai berkorelasi dengan keunikan, perbedaan dan ciri khas sebuah produk atau jasa dibandingkan dengan pesaingnya. Produk atau jasa yang berbeda bermakna dengan pesaingnya berkesempatan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang besar. Oleh karenanya wajar bila tantangan terbesar bagi pelaku ekonomi adalah bagaimana menciptakan nilai agar tercipta perbedaan untuk mendapatkan pertambahan nilai yang maksimal.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Jangan Buka Apotek, Bila…

Sebuah artikel menarik dan provokatif tentang apotek saya temukan di blog ini. Artikel tersebut diberi judul Apotek; Bisnis Basah di Samudra Biru. Ibarat makanan, judul yang digunakan penulis benar benar menggugah selera, meski baru dari aroma yang tercium. Artikel itu terbit 21 bulan yang lalu, tepatnya 11 April 2007. 

Setelah membacanya sekitar setahun yang lalu, meski tidak rutin, saya mencoba mengikuti perkembangan komentar yang ada. Sampai saya menulis artikel ini jumlah komentar yang masuk sudah lebih dari 100 buah. Komentar-komentar tersebut masuk setiap bulan mulai  Mei 2007 sampai dengan Desember 2008. Dengan demikian artikel tersebut memang masih tetap menarik minat untuk dibaca dan tidak lekang karena waktu.

Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts: